Mencerna apa yang dimakan, menyaring menjadikannya nutrisi, nutrisi kehidupan^^v

Bismillah...proses belajar yang terus-menerus, seharusnya menjadikan diri semakin produktif, insya Alloh...

Jumat, 14 Januari 2011

“ WAYANG, WORD HERITAGE DALAM PENDIDIKAN BERKARAKTER WUJUD KEPRIBADIAN NUSANTARA “

Wayang telah dikenal dunia sebagai word heritage yang mampu memberikan apresiasi bagi pecintanya, terutama budayawan serta sastrawan Indonesia. Dalam sejarah perjalanannya kemudian wayang dikenal di seluruh penjuru dunia. Sejak zaman dahulu wayang telah dijadikan sebagai media berdakwah. Hal ini disebabkan karena wayang lebih bersifat fleksibel. Sehingga lebih mudah masuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak hanya berhenti disitu saja, wayang adalah wujud cinta kasih sebagai makhluk ciptaan Nya. Sebagaimana dalam firman Nya dalam QS. Ali Imran ayat 30 telah dijelaskan bahwasannya, “Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa – dosamu”. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(TQS.Ali Imran:30)”. Serta dalam QS.Ar Rahman:55, “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. (TQS.Ar Rahman:55)”.

Wayang memiliki banyak kandungan seni diantaranya adalah seni drama, seni rupa, seni kriya, seni sastra, seni suara, serta yang tidak kalah menariknya adalah seni karawitan. Hal ini juga menyebabkan wayang sangat cocok ketika harus dimasukkan ke dalam sistem pendidikan Indonesia.

Sistem pendidikan Indonesia sekarang ini sedang diarahkan pada pendidikan berkarakter. baik di tingkat sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Menurut Prof. Muhammad Nuh, pembentukan karakter perlu dilakukan sejak usia dini. Jika karakter sudah dibentuk sejak dini, maka tidak akan mudah untuk mengubah karakter seseorang nantinya. Diharapkan dengan adanya pendidikan karakter ini mampu membangun kepribadian bangsa yakni kepribadian nusantara.

Komponen dalam perwujudan pendidikan berkarakter diantaranya:

  • Partisipasi masyarakat
Partisispasi masyarakat yang peduli dengan pendidikan dan kemajuaanya mampu mendukung perkembangan serta kemajuan dari pendidikan itu sendiri. Karena bagaimanapun juga stock holder merupakan inventaris yang penting dalam dunia pendidikan.
  • Kebijakan pendidikan berkarakter
Kebijakan pendidikan berkarakter di sini maksudnya adalah aturan atau kebijakan dari pemerintah pusat yang mendukung diberlakuaknnya pendidikan berkarakter itu sendiri.
  • Kesepakatan bersama, antara Guru – Orang tua – Masyarakat
Peranan guru-orangtua-masyarakat sebagai factor eksternal dari peserta didik yang memberikan kesempatan untuk peserta didik berkembang sangat berpengaruh, karena pandidikan berkarakter itu tidak hanya dilakukan di sekolah saja tetapi juga di rumah dan di lingkungan masyarakat, atau dengan kata lain pwrwujudan “Tiga Pilar Pendidikan”.
  • Kurikulum terpadu
Kurikulum terpadu di sini maksudnya adalah kesatuan sistem kurikulum yang dibuat pemerintah dengan kebijaksanaannya mampu mensistematiskan kerangka pendidikan berkarakter yang dinamis, sehingga nantinya mampu untuk dipadupadankan dengan pembentukan kepribadian nusantara.
  • Pengalaman pembelajaran
Pengalaman pembelajar di sini maksudnya adalah seberapa besar peserta didik mampu mengaktualisasikan diri dalam menerima stimulus proses pembelajaran (pendidikan berkarakter).
  • Evaluasi

Evalusi merupakan tonggak akhir sebelum suatu sistem itu direview, apakah sistem ini mampu dilanjutkan ataukah berhenti di sini kemudian diganti dengan sistem yang baru. Evaluasi merupakan tahapan penilaian dalam pengembangan kurikulum pendidiikan berkarakter sebagai wujud dari pembentukan kepribadian nusantara. Evaluasi ini bayak caranya, yang paling penting adalah “Evaluasi tidak sekedar mengevaluasi, namun juga mampu memberikan inspirasi dalam dunia pendidikan dalam upaya mencerdaskabn kehidupan bangsa sebagai penjagaan warisan dunai (word heritage)”.

Unsur – unsur pendidikan tampil dalam bentuk pasemon atau perlambang. Oleh karena itu sampai dimana seseorang dapat melihat nilai - nilai tersebut tergantung dari kemampuan meghayati dan mencerna bentuk - bentuk simbol atau lambang dalam pewayangan. Dalam lakon tertentu misalnya yang diambil dari Serat Ramayana maupun Mahabarata sebenarnya dapat diambil pelajaran yang mengandung pendidikan.

Dalam kesenian wayang secara lokal memiliki sifat pembauran terhadap kebudayaan asing. Sehingga tanpa terasa kebudayaan mampu mendukung dalam perkembangan seni pewayangan. Sebagai falsafah hidup, kesenian pewayangan sendiri memiliki falsafah hidup bangsa Indonesia yakni pancasila, yang mampu menjadi pembeda antara bangsa Indonesai dengan bangsa lain (al furqon).

Kepribadian bangsa adalah suatu ciri khusus yang konsisten dari bangsa Indonesia yang dapat memberikan identitas khusus sehingga secara jelas dapat dibedakan dengan bangsa lain.

Di dalam Pancasila setiap sila - sila yang termaktub di dalamnya mengandung asas - asas yang luar biasa. Di bawah ini akan dijelaskan isi asas dalam Pancasila.

Asas Ketuhanan Yang Maha Esa, di dalam pewayangan dikenal tokoh yang biasa disebut ‘Hyang Suksma kawekas’. Tokoh ini tidak pernah diwujudkan dalam bentui wayang, tetapi diakui sebgai Dewa yang Tertinggi. Misalnya: Batara Guru, Batara Narada, Batara Wisnu, Batara Brahma, Batara Kamajaya, dan sebagainya.

Asas kemanusiaan, merupakan jiwa yang terkandung yang pada hakekatnya suatu ajaran untuk mengagung - agungkan norma - norma kebenaran. Sehingga kebenaran adalah segala-galanya, yang bersifat universal yakni mampu untuk berlaku dimana saja, kapan saja, dan mampu dilakukan oleh siapa saja. Contohnya Alengka, Raden Wibisono, dan sebagainya.

Asas persatuan, yang memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi seperti halnya yang ada pada diri Kumbakarna.

Asas kerakyatan / kedaulatan rakyat, didalamnya mengandung sifat ksatriya yang luhur budinya dan baik pekertinya. Misalnya semar yang menjaga ketentraman dunia dalm penampilannya sebagai rakyat biasa.

Asas keadilan sosial, yang dalam pewayangan digambarkan dengan bersama bahagia dalam suka maupun duka sehingga selalu bersatu dan siap mengahdapi tantangan kehidupan. Misalnya Puntadewa, Bima, Arjuna , Nakula dan Sadewa.

Dari penjelasan di atas dapat sedikit penulis simpulkan bahwasannya untuk sekaran wayang memang sangat relevan ketika harus dikorelasikan dengan sistem pendidikan Indonesia. Sebuah pendidikan berkarakter yang mampu mewujudkan kepribadian nusantara dengan penenaman pengetahuan, ketrampila, nilai dan sikap dalam kegiatan pembelajaran sehari – hari di lingkungan sekolah.

Dari sini kita dapat beranjak ke bahasan selanjutnya yakni tentang cara membumikan kesenian wayang dalam proses pembelajaran di sekolah.

Cara yang pertama adalah menceritakan tokoh pewayangan dalam kehidupan sehari – hari. Sebagai guru tidak ada salahnya ketika kita memasukkan tokoh – tokoh inspiratif pewayangan dalam proses pembelajaran.

Cara yang kedua adalah menyaring kebudayaan – kebudayaan yang sekiranya asing ataupun kurang bermanfaat yang di dapatkan dari penokohan pewayangan dan menjadikannya sebuah filterisasi yang menginspirasi.

Cara yang ketiga adalah dengan mengajak peserta didik untuk mengenali, menanamkan, serta menjadikan idola edukatif dalam motivasi belajar efektif. Tanpa mengurangi nilai – nilai ajaran agama yang berlaku.

Cara yang keempat adalah dengan melakukan pembelajaran di tempat – tempat yang mendukung seperti kunjungan ke keraton, museum seni, museum wayang, sanggar seni, pertunjukan wayang, dan lain sebagainya.

Jadi inti dari tulisan ini adalah penulis tetap menganggap wayang relevan untuk dunia pendidikan serta adapun tips – tips membumikan wayang untuk dunia pendidiakan ada empat cara sederhana. Salam sukses penuh inspiratif.

ARIF telah pergi

ARIF telah pergi
Ya, kini ARIF pergi
Yang ada hanyalah sebekas kenangan
Yang tertinggal sedikit di memorian
Akhwat
Revolusioner
Inovatif
Fighting always

kini telah pergi
tinggal serakan-serakan manis
mendulang tinta peradaban saja
lapuk kemudian terbuang
sia-sia
apakah iya dengan arif ku?

akankah ARIF telah pergi selamanya

diam, menjadi impian tapi
kini ARIF telah pergi

tak kan ada yang mendustai itu.w.w.

UNTUKMU SAHABAT SKI KU SAYANG . .

Detik – demi detik telah terlalui secara sempurna. Nafas demi nafas telah dialirkan melalui separuh cinta. Kata telah tersemat dan janji telah terikrar. Inilah cinta, inilah wujud ketawadhu’an untuk Nya.

Sahabat SKI yang aku cintai karena Alloh, senja di bulan Februari mengantarkan kebersamaan kita setahun yang lalu. Saat itu titisan kalbuku ingin menyibakkan, aku tak suka, aku tak mau, dan aku tak berharap akan amanah ini. Namun cinta, saat hati tak sejalan dengan fikiran. Kucoba untuk menepis bahwasannya amanah ini adalah permainan, tidak !!! Amanah ini adalah tanggungjawab kita. Saat kucoba untuk belajar semangat dari kalian, aku menemukan sejuta laksana cinta yang menawan. Ku temukan sebuah asa yang menggoda. Dan aku berharap amanah ini bukan hanya setahun, dua tahun, ataupun sampai tahun terakhir kita mengukir prestasi di kampus ini. Tidak sahabatku, amanah ini akan ada dan selalu ada ketika jiwa – jiwa kita tertautkan dalam ukhuwah penuh cinta dalam balutan kasih sayang penuh damba. Insya Alloh dengan ukhuwah ini akan tersematkan impian kita untuk mengukir kisah indah di jannah Nya kelak.

Sahabatku yang begitu mempesona, sungguh ketika kulihat satu persatu dari kita mundur, jiwaku berteriak kencang, aku tak ingin kalian tinggalkan. Aku tak ingin pundakku semakin berat. Sungguh, aku tak ingin pesonamu jauh dari pandanganku.

Sahabatku, aku tak punya kuasa apa – apa, dan aku juga tak punya janji yang bisa mengikatmu agar kamu bertahan disini. Karena ini adalah pilihan. Dan karena ini adalah tujuan, aku tak ingin engkau layu. Aku tak ingin engkau berguguran kawan.

Namun, sekali lagi aku tak punya sedikit pun keberanian untuk mencegahmu. Aku tak punya sedikit alas an yang mampu menguatkanmu agar kamu tak runtuh.

Kawanku, aku hanya punya sedikit saja tentang cinta. Akau hanya punya sedikit saja tentang asa.dan aku hanya punya sedikt tentang kisah.

Kisah yang menurutku mempesona, yang mengajarkan aku tentang arti cinta yang sesungguhnya. Yakni aku pernah memiliki kalian. Aku pernah menjadi bagian yang indah dalam setiap belaian jiwa kalian. Mungkin saja dulu untuk kalian, tapi selamanya untukku.

Kan kutulis setiap lembar perjalanan ini denganmu denga balutan kash yang mempesona yang menjadi tumpuan ketika ku ikhtiarkan cintaku di jalan ini. Jalan dakwah yang panjang.

Jalan dakwah yang terjal. Jalan dakwah yang penuh dengan rintangan. Jala dakwah yang aku sendiri tiada tahu dimaakah puncaknya, namun satu hal yang kutahu, insya Alloh janjiNya pasti.

Sahabatku, biarkan setitik peluh ini membasahi rongga – rongga jiwaku yang kehausan, yang penuh dahaga akan laparnya si papa.

Sahabatku, aku mencintaimu.

Aku menyayangimu.

Seutuhnya.

Selamanya.

Biarkan rona – rona cinta ini mengantarkan kita ke jannahNya.

Biarkan kasih ini menghatui setiap perjalanan panjang kita

Biarkan angin ini membelai indah dalam tidur lelapku yang panjang.

Satu kata, satu makna, satu ukhuwah

Karena kita adalah saudara seutuhnya.

Ukhibbukum fillah.

“Langkah Kami, Langkah Perbaikan”

Memperbaiki umat dengan sapaan cinta yang mempesona.

[Green campus of PGSD, 15 Desember 2010]

“sepekat CINTA dalam untaian kata, selaksa CAHAYA meniti fajar nan GEMILANG di hari esok yang membahana, kutulis . . . CINTA ini untukmu SKI ku sayang”

Bundaku di Jakarta, aku rindu

Wahai Ibunda. . .
Perantara dirimulah Alloh mengijinkanmu telah melahirkanku
Meskipun engkau harus merasakan
Berapa banyak engkau lahirkan para dermawan yang telapak tangannya selalu memberi
Dan berapa banyak engkau lahirkan generasi yang kakinya menjejak pada kebaikan

Wahai Ibunda. . .
Ridhoilai ananda agar Alloh meridhoi
Maafkanlah ananda agar Alloh memaafkan
Pada dirimu terdapat petunjunjuk untukku

Ibunda, aku mencintaimu

MEWEGA

Mencintaimu dalam diam
Diantara kemilau bintang malam
Dan naungan sengatan sekam
Terbakar dalam alam
Hinggap sekejap kalam-kalam
Tertulis antara angkasa, mega, dan mendung
Terpatri janji suci
Mewega^^

MEWEGA 2

Lelah yang kurasa tiada berujung
Hampa yang mendamba diantara sayup rindu
Ketika sayup fajar bergema diantara senja
Bersama kalam-kalam cinta
Aku memendam bara asa nan LUAR BIASA

Serpihan luka menganga merah
Menggores dalamnya lara diujung kematian
Haus akan serpihan asa
Dan roda pun tergilas menggaung diantara kapak-kapak perdamaian

Mewega, dalam dekapan cinta
Rusuk-rusuk panas telah terkumpul
Diantara dering-dering nan harmonis
Satu jiwa dalam balutan asa
Menggema dalam selimut ukhuwah
Beralaskan tikar perdamaian
Antara mewega dan cinta

-bangun, bergerak, so istiqomah-

Kamis, 13 Januari 2011

KETIKA KUTAUTKAN CINTA UNTUKMU

Ketika kutautkan cinta untukmu

Kuhaturkan segala asaku

Kupasrahkan jiwaku untukmu

Dengan kendalimu

Aku berada

Aku menyapa setiap pesonamu

Dalam jenuhku

Kusiratkan ilmu-ilmu yang kumiliki

Ku aktualisasikan dalam keremanganku

Dengan kesucian cintaku

Aku perjuangkan untukmu

Geloraku . . .

Asaku . . .

Membaja di setiap kalbuku

Aku berada dalam naungan indah

Selaksa indah membekas cahaya

Dalam keberadaan setiap pesona

Duhai jantung hatiku

Terimalah persembahanku

Teruntukmu jalan DAKWAH

Kuperjuangkan asaku

Tidak hanya melalui tulisan

Tidak hanya melalui omongan

Namun penuh dengan realita

“Langkah Kami Langkah Perbaikan”

 [Green Campus, 15 Desember 2010]

SANG INSPIRATOR PERADABAN

Dia memberikan warna ukhuwah seindah pelangi
Yang menggores setiap lembaran pena kehidupan
Ia sang bagaskara
Menyibak diantara relung-relung jiwa
Ia kicauan sang burung
Yang menggetarkan pesona semesta
Ia embun pagi bercahaya
Sejuknya ia kerahkan tuk hapus dahaga

Sang inspirator yang menginspirasi
Pada jiwa-jiwa yang merindu
Dengan segenap niat yang termurnikan
Ia haturkan cinta tuk disemaikan
Tekadnya terus menghujam hingga mengakar dasar
Begitulah ia terus menginspirasi sepanjang masa
Harapan untuk dunia, membuka cakrawala
Dengan mahkota cita-cita yang mampu disematkan
Mewujudkan peradaban
Menebarkan cinta dengan ukhuwahnya
Ia terus mengakar dan menerjang
Dialah Sang Inspirator Peradaban

[IP]

KISAH CINTAKU BERNAUNG DI SKI

Bermula dari ketertarikan fisik aku mulai menambatkan hatiku di sana. Aku mulai merasakan kesejukan saat memulai perkenalan dengannya. Pandangan pertama benar-benar telah menancapkan panah cinta. Yah, aku tertarik, aku tergoda, dan aku merasakan kenyamanan yang luar biasa.

Aku begitu mencintai rasa ini, aku begitu menyayangi ketulusan serta keridhoan hati ini untuk menerimanya. Yah, aku sangat tertarik, semoga rasa ini rasa yang abadi.

Kisah pertama bermula saat Dauroh Recruitment SKI yang pertama. Saat itu kami berkumpul, bercengkerama, memadu kasih dalam untaian ukhuwah Islamiyah. Bulan penuh cinta katanya, bulan penuh harapan ujarnya.

Kemudian bulan pun berganti. November 2008 pun menyapa penuh kenangan. Saat kujalin cinta pertamaku dengannya. Saat kumulai mengisi agenda-agenda besarku dalam buku “Dream n Action” yang menjadikan bukti baktiku di dunia. Satu per satu, mulai ku kenal si dia yang lain, mulai kurasakan kecupan manis serta belaian lembut ukhuwah yang semakin erat.

Ya Muqollibbal Qulub Tsabiit ‘ala Diin. Satukanlah hati-hati kami dalam naungan Mu, jadikan kami penentram jiwa-jiwa yang satu dengan yang lainnya. Ya Robb, pertemukanlah kami di jannah Mu kelak.

Bulan berganti dan tahun pun tersemai, di tahun 2009 ini kami mulai masuk ke bidang-bidang yang memanas. Bidang-bidang yang memancarkan pesona dahsyat, hangat, penuh sensasi dan semarak ukhuwah yang semakin terpancar.

Tanpa terasa setahun pun berlalu bagai terhempas molekul-molekul senyawa kimia yang berpatogen dengan keindahan jagad raya yang semakin mempesona. Kami berkumpul dan kami pun berjuang dalam kerikil-kerikil tajam yang semakin mencekam.

Satu tahun berlalu. Kini telah datang tahun kedua. Tahun dimana kami harus mandiri. Kami harus yakin mampu berdiri sendiri. Oops, tentu tidak. Kami berjalan bersama. Kami menanam benih-benih cinta. Benih-benih yang ingin kami tuai di hari tua nanti. Yah, kami semakin membuat pancaran yang menggoda. Di tahun kedua ini, kami terus berjalan. Mencoba menapak setapak demi setapak. Rintangan dahan, cabang, ranting dan dedauan yang berguguran takkan mampu mengalahkan cinta kami. Kami terus menukik, hingga laju panah ini terhempas dari busurnya. Karena dengan cinta ini, kami ada.

Sekarang ini, di penghujung tahun 2010. Saat sekejap mata mulai terasa lelah, saat lidah ini terasa kelu, dan saat pergelangan tangan terasa kaku, semangat kami tetap berkobar. Ingat! Tetap berkobar teman-teman. Karena sekali lagi, dengan cinta ini kami ada. Kami ada karena cinta, dan cinta-lah yang nanti mendewasakan kami.

Alur laju ular besi mulai mengarak hingga diujung sapta pesona. Saat fajar mulai menyingsing, kutulis sejumput harapan. Kuingin menebar impian. Kuingin menebar kehadiran. Wahai ruhul jadid yang siap menggantikan semangat kami. Yakinlah semangat ini akan selalu ada untukmu. Tebarkan pesona dalam naungan dakwah illalloh, lillah, billah. Karena tanpa pertolongan Nya kita bukan apa-apa, dan kita bukan siapa-siapa.

Sahabatku SKI yang aku sayangi, yang begitu aku banggakan, dan begitu aku harapkan bisa Alloh persuakan di jannah Nya nanti. Teruslah bergerak hingga lelah itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah terjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu. (Ust.Rahmat abdulloh).

Yakinlah sahabatku, bahwasannya kemenangan itu pasti akan tiba. Entah sekarang, esok, lusa atau saat kita tak mampu lagi untuk bernafas. Sahabatku yang begitu dimuliakan oleh Alloh, yakinlah ketika roda-roda dakwah ini terus kita putarkan dan terus kita gulirkan, hingga kita tak mampu lagi untuk menopang. Yakinlah akan ada bahu-bahu yang saip untuk membahui beban-beban dakwah ini.

Secuil cinta untukmu para aktivis dakwah.

Di jalan nya kami ada

Di persimpangan kehadiran kami belajar

Di setiap nafas kami mencoba

Satu per satu

Jiwa-jiwa kami dipenuhi aroma cinta

Satu per satu

Lambaian kami mendapat balas

Karena sekali lagi kawanku

Dengan cinta kami ada

[Green Campus of PGSD, Desember 2010]

Ferawati . L / K7108039 / VC

Serat Kalatidha

a. Ranggawarsito Kecil

R. Ng. Ranggawarsito terlahir dengan nama kecil Bagus Burham pada tahun 1728 H atau 1802 M, beliau adalah putra dari RM. Ng. Pajangsworo. Kakek beliau bernama R.T. Sastronagoro-lah yang pertama kali menemukan kekuatan jiwa yang teguh pada si Burham kecil, kemudian beliau mempunyai inisiatif untuk mengirimkan Burham kecil ke Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo asuhan Kyai Kasan Besari.

b. Ronggowarsito Dewasa

Ketika beliau menginjak usia dewasa bliau pergi berguru kepada Kyai Imam Besari dipondok Gebang Tinatar. Perkembangan beliau selama dua bulan tidak ada peningkatan yang cukup signifikan, hal ini dikarenakan beliau mempunyi tabiat yang buruk, seperti suka berjudi. Hingga akhirnya beliau menghabiskan 500 reyal dan dua buah kuda selama satu tahun. Subhanalloh ila dihitung dengan bilangan rupiah kira-kira berapa ya besarnya?

Hingga akhirnya Burham dan Ki Tanudjaja menghilang dari pondok menuju ke Mara, mereka tinggal di rumah Ki Ngasan Ngali (saudara sepupu Ki Tanudjaja). Pasca itu mereka akan menuju Kediri untuk menghadap Bupati Kediri Pangeran Adipati Cakraningrat.

Namun atas petunjuk Ki Ngasan Ngali, mereka tidak perlu pergi ke Kediri. Melainkan cukup menunggu kehadiran Bupati Kediri di Madiun saja. Alasannya kareba sang Bupati akan mampir untuk menghadap ke Keraton Surakarta. Kenapa? Karena Mas Rangga Pajanganom akan melaksanakan pernikahan dengan Raden Ajeng Ngombak serta akan diambil anak angkat oleh Gusti Panembahan Buminata, dan pernikahannya akan dilaksanakan di Buminata.


c. Ronggowarsito beranjak menikah

Saat menikah usia Burham Kecil 21 tahun. Setelah selapan (35 hari) perkawinan, keduanya berkunjung ke Kediri, dalam hal ini Ki Tanudjaja ikut serta. Setelah berbakti kepada mertua, kemudianBagus Burham mohon untuk berguru ke Bali yang sebelumnya ke Surabaya. Demikian juga berguru kepada Kyai Tunggulwulung di Ngadiluwih, Kyai Ajar Wirakanta di Ragajambi dan Kyai Ajar Sidalaku di Tabanan-Bali. Dalam kesempatan berharga itu, beliau berhasil membawa pulang beberapa catatan peringatan perjalanan dan kumpulan kropak-kropak serta peninggalan lama dari Bali dan Kediri ke Surakarta.

Setelah neneknya RT. Sastranegara wafat pada tanggal 21 April 1844, R.Ng. Ranggawarsita diangkat menjadi Kaliwon Kadipaten Anom dan menduduki jabatan sebagai Pujangga keraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1845. Pada tahun ini juga, Ranggawarsita menikah lagi dengan putri RMP. Jayengmarjasa.

d. Ranggawarsito Meninggal

Ranggawarsita wafat pada tahun 1873 bulan Desember hari Rabu pon tanggal 24.

e. Ranggawarsito dalam Balutan Karya nan fenomenal

Serat Kalatidha Ronggowarsito

Serat Kalatidha karya Raggawarsito yang tertuang dalam Serat Centhini jilid IV (karya Susuhunan Pakubuwono V) pada Pupuh 257 dan 258 menggambarkan situasi jaman yang terjadi hingga akhirnya muncul sang Satrio yang dinanti.

Kutipan Serat Kalatidha Pupuh 257 (tembang 28 s/d 30) :

Wong agunge padha jail kurang tutur, marma jeng pamasa, tanpa paramarteng dasih, dene datan ana wahyu kang sanyata.

  • Maksudnya adalah ketika para pemimpin negeri ini mempunyai sikap yang berhati tidak mulia, lebih suka berbicara yang ngawur atau dalam artian seenaknya sendiri, tidak amanah serta tidak mempunyai wahyu yang sejati, maka tunggu saja kehancurannya.
  • Seperti halnya yang telah diajarkan didalam Al Qur’an yang kita yakini tak satupun ada dalm diri kita keraguan terhadapnya. Penguasa Yang Dzalim sudah menjadi sunnatullah bahwa dalam suatu negeri senantiasa ada penguasa-penguasa jahat yang suka membuat makar. “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar-pembesar yang jahat agar mereka melakukan tipu-daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri sedang mereka tidak menyadarinya.”. Dengan jabatan yang disandangnya para penguasa itu membuat aturan-aturan yang menguntungkan diri dan keluarganya walaupun kadang-kadang harus mengorbankan rakyat. Aturan monopoli proteksi tata-niaga dipakai sebagai alasan untuk menyedot keuntungan pribadi sebesar-besarnya. Sedangkan untuk merealisasikan keinginannya tidak segan-segan para penguasa jahat itu melakukan penggusuran, pembunuhan, pemberangusan dengan bungkus demi pembangunan dan kebaikan nasional. Mereka menimpakan kepadamu siksaan yg seberat-beratnya mereka menyembelih anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anakmu yang perempuan. Untuk mengamankan posisinya penguasa jahat itu membentuk tentara yang tangguh serta benteng-benteng yang kokoh. Seperti halnya kaum Firaun yang mempunyai pasak-pasak yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu.

Keh wahyuning eblis lanat kang tamurun, apangling kang jalma, dumrunuh salin sumalin, wong wadon kang sirna wiwirangira.

  • Dalam hal ini wahyu yang turun adalah wahyu dari iblis, dimana bagi mereka (pemimpin yang jahil) amat sulit untuk membedakan wahyu (perintah Alloh) dari iblis ataukah dari Alloh. Sampai-sampai ketika mereka tidak mampu untuk membedakan apa itu rasa malu, serta dimanakh posisi rasa malu sesungguhnya. Pada hal ini para pemimpin yang bakhil tanpa segan-segan lagi berbuat kedzaliman di daerah yang dia pimpin.
  • Merekapun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari Allah. Dengan kata lain, mereka begitu pede seolah-olah perbuatan mereka tanpa ada yang engawasi serta mencatat amalan perbuatan mereka. Padahal sudah kita ketahui bahwasannya segala perbuatan kita baik-buruk tingkah laku kita tiada satupun yang luput dari pengawasan Alloh.

Tanpa kangen mring mitra sadulur, tanna warta nyata, akeh wong mlarat mawarni, daya deye kalamun tyase nalangsa.

  • Maksudnya dalah ketika rasa persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) mulai luntur, sehingga sudah tidak ada komunikasi lagi serta banyaknya orang miskin atau rakyat yang terhimpit oleh kemiskinan serta masih banyak lagi kepedihan suatu negeri dalam system kehidupannya. Hal ini disebabkan oleh adzab sekaligus peringatan dari Alloh.
  • Padahal pada dasarnya setiap muslim itu bersaudara sepertinya halnya bangunan yang kokoh. “Muslim itu saudara seorang muslim, dia tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya kepada musuh. Siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya; dan siapa saja yang membebaskan seorang muslim dari kesulitan, Allah SWT akan membebaskannya dari suatu kesulitan di hari kiamat; dan siapa saja yang menutupi aib sesama muslim niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” Begitu pula dengan sabda Rosululloh SAW, “Sesungguhnya Allah SWT meridhai kalian tiga perkara dan memurkai kalian tiga perkara. Allah meridhai kalian jika kalian (1) menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun; (2) berpegang pada tali Allah dan tidak bercerai-berai; (3) sering menasihati orang yang diserahi Allah kekuasaan/wewenang untuk urusan pemerintahan kalian….” [HR. Muslim]. Juga sabda beliau yang lain, “Seorang mukmin dengan mukmin yang lain seperti bangunan yang saling memperkuat.” [HR. Bukhari dan Muslim].
  • Mewujudkan ukhuwah Islamiyah adalah suatu kewajiban, bercerai berai diharamkan. Allah pun menyeru untuk tolong menolong dalam kebaikan dan takwa dan tidak tolong-menolong dalam berbuat dosa dan tercela.

UNTUKMU NEGERIKU

Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.

Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.

Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami

Rukunkan antar hati kami

Tunjuki kami jalan keselamatan

Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang

Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua

Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda

Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman

Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya

Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya

Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa

Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia

Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka

Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami

Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti

Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu

Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab

Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku

Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan

Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera

Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman

Kepada nenek moyang kami penyembah berhala

Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah

Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran

Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini

Kepada generasi berikut kami

Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini

Dengan sikap malas dan enggan berda'wah

Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

SELAKSA CINTA UNTUKMU IBU

  • SEKILAS CINTA

Dalam setiap nafasku ada deru-deru nafasmu, ibu. Setiap langkahku ada tapakan-tapakan kaki yang terus mencoba untuk belajar terus semangat. Setiap detakan jantungku senantiasa mengalir darahmu. Dan setiap urat nadiku tersemai cintaku untukmu, ibu.

“Ibumu, ibumu, ibumu, baru kemudian bapakmu.” Sabda Rosululloh SAW, “surga itu ada di bawah telapak kaki ibu”. Sungguh betapa mulianya Alloh menempatkan ibu dalam posisi yang begitu istmewa bagi kita.

Ibu yang berjuang selama sembilan bulan lebih sepuluh hari, dalam keadaan lemah dan letih, beliau berusaha tetap memberikan yang terbaik untuk kita anak-anaknya. Ibu yang berjuang siang dan malam, dalam keadaan lapang ataupun sempit, megais setiap rizki illahi untuk sekedar mengisi perutnya yang kosong agar si jabang bayi tidak kelaparan. Dialah ibu yang tegar, ibu kita.

Ibu, ibu, dan ibu. Beliau berjuang dengan mempertaruhkan nyawa beliau demi mengeluarkan si jabang bayi yang ingin segera melihat indahnya dunia. Dalam setiap pesonanya ibu senantiasa berharap dan memohon kepada Alloh agar si jabang bayi bisa lahir dengan selamat. Bisa segera melihat pesona dunia dan menatap masa depan yang gemilang. Ibu, [I]ndah wajahmu dalam [B]iasan kalbuku yang membahana penuh [U]ntaian cinta.

  • PERJUANGAN, SETAPAK DEMI SETAPAK NAN MEMBUNCAH

Jika para pahlawan di negeri kita berjuang untuk kemerdekaan negeri ini, bila para pejuang bola tengah berjuang melawan derasnya kucuran peluh yang mengalir di wajah-wajah mereka untuk mengharumkan nama bangsa dalam piala AFF, beliau adalah sosok pejuang yang berusaha membebaskan kita dari belenggu kebodohan serta kedzaliman para penguasa dunia. Beliau adalah tiangnya suatu Negara, dimana ketika para ibu itu memiliki kekuatan positif yang sangat luar biasa sudah dapat dipastikan bahwasannya negeri ini akan kuat. Sebaliknya jika negeri itu para ibunya sangat lemah (dalam artian akhlak serta akidahnya) maka kemungkinan besar negeri ini akan menanti kebinasaan yang luar biasa.

Ibu, sosok negeri ada dalam genggamanmu. Begitu pun dengan diriku. Yang senantiasa mengais kasih padamu. Ibu, dalam setiap perjuangan kami senantiasa ada doa-doa yang tersemai dalam buaian cintamu. Ibu, perjuangan dalam kehidupanmu membuatku semakin sadar bahwasannya aku belum memberikan yang terbaik untukmu.

Masa mudamu yang penuh liku memberikan inspirasi dan motivasi untukku. Ketika engkau kecil engkau harus rela menjadi si yatim. Tak hanya itu ibu, engkau harus rela ditinggal ibumu untuk menikah lagi dan merantau meninggalkanmu. Di usiamu yang masih balita, dengan penuh ikhlas engkau harus ikut dengan nenekmu. Beliaulah yang mengajarimu untuk menjadi mukmin yang kuat, mukmin yang bersahabat, serta mukmin yang tak sekedar mementingkan duniamu, namun juga akhiratmu.

Waktu terus berputar, dan engkau harus mengikhlaskan kedua saudaramu untuk menyusul sang ayah di surga. Dan harus kau ikhlaskan ibumu terpaksa menelantarkanmu karena lelaki lain yang kini harus kau panggil ayah, si ayah tiri.

Ketika engkau beranjak dewasa ibumu tak kunjung datang dengan cinta, tak sedikit pun ada kabar darinya. Aku tahu ibu, engkau sangat rindu padanya. Namun itu hanya kau simpan. Bahkan ketika kini telah memiliki anak-anak yang baru, tak sedikitpun ada rasa iri dihatimu,

Ibu, waktu terus bergulir, dan kejadian itu telah berlalu sekitar 35 tahun yang lalu. Kini ibumu telah datang ibu. Dia mengharapkan pintamu, mendamba cintamu, memohon belasan kasih sayangmu. Ibu, tak sedikitpun ada dendam di hatimu, tak ada rasa menyesal pun darimu ketika harus kau ikhlaskan dua adikmu yang baru itu. Kau menganggap mereka juga adik-adikmu yang lucu dan suci. Ibu aku benar-benar kagum denganmu.

Kini lengkap sudahlah cintamu, karena apa yang engkau impikan telah terwujud. Walaupun dalam keadaan yang tejepit, engkau ikhlaskan dirimu berkorban demi ibumu. Yah, lagi-lagi harus berkorban. Karena yang kau inginkan saat ini adalah “membalas tuba yang diberikan dengan sejuta untaian susu murni yang tiada habisnya”.

Ibu, akan ada selaksa cinta ini untukmu dariku, aku berharap engkau semakin kuat dan tegar. Walau pelupuk mata ini jauh dari pandangmu, cinta ini hanya kuserahkan untukmu, ibu.

  • KARENA AKU MENCINTAIMU IBU

Ibu, aku ingin menjadi Fatimah putri Rosululloh, yang memberikan ganti kasih sayang yang seharnusnya kau terima dari ibumu. Ibu, aku ingin menjadi pengobat rindumu pada ayah yang tak sempat engkau dapatkan dari kakekku. Ibu, aku ingin menjadi “asy syifa” mu yang senantiasa mengobati setiap perihmu. Ibu, karena aku mencintai Robbku, aku ingin engkau bahagia ibu. Aku ingin senantiasa mendekapmu dalam setiap dekapanku. Aku ingin senatiasa mengisi doa-doaku dengan namamu. Ibu, aku ingin mewujudkan apa yang ingin kau rengkuh. Apa yang engkau cita-citakan, bersekolah hingga ujung nafas, meraih mimpi hingga menjelajah angkasa.

Ibu, aku tahu pederitaanmu. Saat ini engkau tengah berjuang untuk bertahan, untuk memompa diri agar keluar dari jeratan dunia yang semakin kejam. Ibu, sungguh aku hanya mampu berdoa untukmu saat ini, agar Alloh senantiasa menjagamu.

Ibu, jika penjagaanku untukmu tak mampu kurengkuh, Alloh izinkan hanya Dia yang menjagamu ibu. Alloh yang akan membalas sejuta cinta ini untukmu ibu. Ibu, aku mencintaimi. Jaga ia dalam dekapan cinta Mu Ya Robb, amiin.

Teman, kutitipkan salam penuh cinta untuk ibumu di rumah ya. Keep spirit n’ full love for our mom.

“KORELASI BATIK DALAM UPACARA PERNIKAHAN-SUNGKEMAN”

Perkawinan atau sering pula disebut dengan pernikahan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah kehidupan setiap orang. Masyarakat Jawa memaknai peristiwa perkawinannya dengan menyelenggarakan berbagai upacara yang termasuk rumit. Upacara itu dimulai dari tahap perkenalan sampai terjadinya pernikahan. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. NONTONI

Pada tahap ini sangat dibutuhkan peranan seorang perantara. Perantara ini merupakan utusan dari keluarga calon pengantin pria untuk menemui keluarga calon pengantin wanita. Pertemuan ini dimaksudkan untuk nontoni, atau melihat calon dari dekat. Biasanya, utusan datang ke rumah keluarga calon pengantin wanita bersama calon pengantin pria. Di rumah itu, para calon mempelai bisa bertemu langsung meskipun hanya sekilas. Pertemuan sekilas ini terjadi ketika calon pengantin wanita mengeluarkan minuman dan makanan ringan sebagai jamuan. Tamu disambut oleh keluarga calon pengantin wanita yang terdiri dari orangtua calon pengantin wanita dan keluarganya, biasanya pakdhe atau paklik

  1. NAKOKAKE/ NEMBUNG/ NGLAMAR

Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, perantara akan menanyakan beberapa hal pribadi seperti sudah adakah calon bagi calon mempelai wanita. Bila belum ada calon, maka utusan dari calon pengantin pria memberitahukan bahwa keluarga calon pengantin pria berkeinginan untuk berbesanan. Lalu calon pengantin wanita diajak bertemu dengan calon pengantin pria untuk ditanya kesediaannya menjadi istrinya. Bila calon pengantin wanita setuju, maka perlu dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Langkah selanjutnya tersebut adalah ditentukannya hari H kedatangan utusan untuk melakukan kekancingan rembag (peningset).

Peningset ini merupakan suatu simbol bahwa calon pengantin wanita sudah diikat secara tidak resmi oleh calon pengantin pria. Peningset biasanya berupa kalpika (cincin), sejumlah uang, dan oleh-oleh berupa makanan khas daerah. Peningset ini bisa dibarengi dengan acara pasok tukon, yaitu pemberian barang-barang berupa pisang sanggan (pisang jenis raja setangkep), seperangkat busana bagi calon pengantin wanita, dan upakarti atau bantuan bila upacara pernikahan akan segera dilangsungkan seperti beras, gula, sayur-mayur, bumbon, dan sejumlah uang.

Ketika semua sudah berjalan dengan lancar, maka ditentukanlah tanggal dan hari pernikahan. Biasanya penentuan tanggal dan hari pernikahan disesuaikan dengan weton (hari lahir berdasarkan perhitungan Jawa) kedua calon pengantin. Hal ini dimaksudkan agar pernikahan itu kelak mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga.

  1. PASANG TARUB

Bila tanggal dan hari pernikahan sudah disetujui, maka dilakukan langkah selanjutnya yaitu pemasangan tarub menjelang hari pernikahan. Tarub dibuat dari daun kelapa yang sebelumnya telah dianyam dan diberi kerangka dari bambu, dan ijuk atau welat sebagai talinya. Agar pemasangan tarub ini selamat, dilakukan upacara sederhana berupa penyajian nasi tumpeng lengkap. Bersamaan dengan pemasangan tarub, dipasang juga tuwuhan. Yang dimaksud dengan tuwuhan adalah sepasang pohon pisang raja yang sedang berbuah, yang dipasang di kanan kiri pintu masuk. Pohon pisang melambangkan keagungan dan mengandung makna berupa harapan agar keluarga baru ini nantinya cukup harta dan keturunan. Biasanya di kanan kiri pintu masuk juga diberi daun kelor yang bermaksud untuk mengusir segala pengaruh jahat yang akan memasuki tempat upacara, begitu pula janur yang merupakan simbol keagungan.

  1. MIDODARENI

Rangkaian upacara midodareni diawali dengan upacara siraman. Upacara siraman dilakukan sebelum acara midodareni. Tempat untuk siraman dibuat sedemikian rupa sehingga nampak seperti sendang yang dikelilingi oleh tanaman beraneka warna. Pelaku siraman adalah orang yang dituakan yang berjumlah tujuh diawali dari orangtua yang kemudian dilanjutkan oleh sesepuh lainnya. Setelah siraman, calon pengantin membasuh wajah (istilah Jawa: raup) dengan air kendi yang dibawa oleh ibunya, kemudian kendi langsung dibanting/dipecah sambil mengucapkan kata-kata: "cahayanya sekarang sudah pecah seperti bulan purnama". Setelah itu, calon penganten langsung dibopong oleh ayahnya ke tempat ganti pakaian.

Setelah berganti busana, dilanjutkan dengan acara potong rambut yang dilakukan oleh orangtua pengantin wanita. Setelah dipotong, rambut dikubur di depan rumah. Setelah rambut dikubur, dilanjutkan dengan acara "dodol dawet". Yang berjualan dawet adalah ibu dari calon pengantin wanita dengan dipayungi oleh suaminya. Uang untuk membeli dawet terbuat dari kreweng (pecahan genting ) yang dibentuk bulat. Upacara dodol dhawet dan cara membeli dengan kreweng ini mempunyai makna berupa harapan agar kelak kalau sudah hidup bersama dapat memperoleh rejeki yang berlimpah-limpah seperti cendol dalam dawet dan tanpa kesukaran seperti dilambangkan dengan kreweng yang ada di sekitar kita.

Menginjak rangkaian upacara selanjutnya yaitu upacara midodareni. Berasal dari kata widadari, yang artinya bidadari. Midadareni merupakan upacara yang mengandung harapan untuk membuat suasana calon penganten seperti widadari. Artinya, kedua calon penganten diharapkan seperti widadari-widadara, di belakang hari bisa lestari, dan hidup rukun dan sejahtera.

  1. AKAD NIKAH

Akad nikah adalah inti dari acara perkawinan. Biasanya akad nikah dilakukan sebelum acara resepsi. Akad nikah disaksikan oleh sesepuh/orang tua dari kedua calon penganten dan orang yang dituakan. Pelaksanaan akad nikah dilakukan oleh petugas dari catatan sipil atau petugas agama.

  1. PANGGIH

Upacara panggih dimulai dengan pertukaran kembar mayang, kalpataru dewadaru yang merupakan sarana dari rangkaian panggih. Sesudah itu dilanjutkan dengan balangan suruh, ngidak endhog, dan mijiki.

  1. BALANGAN SURUH

Upacara balangan suruh dilakukan oleh kedua pengantin secara bergantian. Gantal yang dibawa untuk dilemparkan ke pengantin putra oleh pengantin putri disebut gondhang kasih, sedang gantal yang dipegang pengantin laki-laki disebut gondhang tutur. Makna dari balangan suruh adalah berupa harapan semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut. Gantal dibuat dari daun sirih yang ditekuk membentuk bulatan (istilah Jawa: dilinting) yang kemudian diikat dengan benang putih/lawe. Daun sirih merupakan perlambang bahwa kedua penganten diharapkan bersatu dalam cipta, karsa, dan karya.

  1. NGIDAK ENDHOK

Upacara ngidak endhog diawali oleh juru paes, yaitu orang yang bertugas untuk merias pengantin dan mengenakan pakaian pengantin, dengan mengambil telur dari dalam bokor, kemudian diusapkan di dahi pengantin pria yang kemudian pengantin pria diminta untuk menginjak telur tersebut. Ngidak endhog mempunyai makna secara seksual, bahwa kedua pengantin sudah pecah pamornya.

  1. WIJI DADI

Upacara ini dilakukan setelah acara ngidak endhok. Setelah acara ngidak endhog, pengantin wanita segera membasuh kaki pengantin pria menggunakan air yang telah diberi bunga setaman. Mencuci kaki ini melambangkan suatu harapan bahwa "benih" yang akan diturunkan jauh dari mara bahaya dan menjadi keturunan yang baik.

  1. TIMBANGAN

Upacara timbangan biasanya dilakukan sebelum kedua pengantin duduk di pelaminan. Upacara timbangan ini dilakukan dengan jalan sebagai berikut: ayah pengantin putri duduk di antara kedua pengantin. Pengantin laki-laki duduk di atas kaki kanan ayah pengantin wanita, sedangkan pengantin wanita duduk di kaki sebelah kiri. Kedua tangan ayah dirangkulkan di pundak kedua pengantin. Lalu ayah mengatakan bahwa keduanya seimbang, sama berat dalam arti konotatif. Makna upacara timbangan adalah berupa harapan bahwa antara kedua pengantin dapat selalu saling seimbang dalam rasa, cipta, dan karsa.

  1. KACAR-KUCUR

Caranya pengantin pria menuangkan raja kaya dari kantong kain, sedangkan pengantin wanitanya menerimanya dengan kain sindur yang diletakkan di pangkuannya. Kantong kain berisi dhuwit recehan, beras kuning, kacang kawak, dhele kawak, kara, dan bunga telon (mawar, melati, kenanga atau kanthil). Makna dari kacar kucur adalah menandakan bahwa pengantin pria akan bertanggungjawab mencari nafkah untuk keluarganya. Raja kaya yang dituangkan tersebut tidak boleh ada yang jatuh sedikitpun, maknanya agar pengantin wanita diharapkan mempunyai sifat gemi, nastiti, surtini, dan hati-hati dalam mengatur rejeki yang telah diberikan oleh suaminya.

  1. DULANGAN

Dulangan merupakan suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin saling menyuapkan makanan dan minuman. Makna dulangan adalah sebagai simbol seksual, saling memberi dan menerima.

  1. SUNGKEMAN

Sungkeman adalah suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin duduk jengkeng dengan memegang dan mencium lutut kedua orangtua, baik orangtua pengantin putra maupun orangtua pengantin putri. Makna upacara sungkeman adalah suatu simbol perwujudan rasa hormat anak kepada kedua orangtua.

  1. KIRAB

Upacara kirab berupa arak-arakan yang terdiri dari domas, cucuk lampah, dan keluarga dekat untu menjemput atau mengiringi pengantin yang akan keluar dari tempat panggih ataupun akan memasuki tempat panggih. Kirab merupakan suatu simbol penghormatan kepada kedua pengantin yang dianggap sebagai raja sehari yang diharapkan kelak dapat memimpin dan membina keluarga dengan baik.

  1. JENANG SUMSUMAN

Upacara jenang sumsuman dilakukan setelah semua acara perkawinan selesai. Dengan kata lain, jenang sumsuman merupakan ungkapan syukur karena acara berjalan dengan baik dan selamat, tidak ada kurang satu apapun, dan semua dalam keadaan sehat walafiat. Biasanya jenang sumsuman diselenggarakan pada malam hari, yaitu malam berikutnya setelah acara perkawinan

  1. BOYONGAN/ NGUNDUH MANTEN

Disebut dengan boyongan karena pengantin putri dan pengantin putra diantar oleh keluarga pihak pengantin putri ke keluarga pihak pengantin putra secara bersama-sama. Ngunduh manten diadakan di rumah pengantin laki-laki. Biasanya acaranya tidak selengkap pada acara yang diadakan di tempat pengantin wanita meskipun bisa juga dilakukan lengkap seperti acara panggih biasanya. Hal ini tergantung dari keinginan dari pihak keluarga pengantin laki-laki. Biasanya, ngundhuh manten diselenggarakan sepasar setelah acara perkawinan.

  1. MAKNA TERSIRAT DALAM UNSUR UPACARA PERNIKAHAN
  • Ubarampe tarub (pisang, padi, tebu, kelapa gading, dan dedaunan): bermakna bahwa kedua mempelai diharapkan nantinya setelah terjun dalam masyarakat dapat hidup sejahtera, selalu dalam keadaan sejuk hatinya, selalu damai (simbol dedaunan), terhindar dari segala rintangan, dapat mencapai derajat yang tinggi (simbol pisang raja), mendapatkan rejeki yang berlimpah sehingga tidak kekurangan sandang dan pangan (simbol padi), sudah mantap hatinya dalam mengarungi bahtera rumah tangga (simbol tebu), tanpa mengalami percekcokan yang berarti dalam membina rumah tangga dan selalu sehati (simbol kelapa gading dalam satu tangkai), dan lain-lain.
  • Air kembang : bermakna pensucian diri bagi mempelai sebelum bersatu.
  • Pemotongan rambut : bermakna inisiasi sebagai perbuatan ritual semacam upacara kurban menurut konsepsi kepercayaan lama dalam bentuk mutilasi tubuh.
  • Dodol dhawet : bermakna apabila sudah berumah tangga mendapatkan rejeki yang berlimpah ruah dan bermanfaat bagi kehidupan berumah tangga.
  • Balangan suruh : bermakna semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut.
  • Midak endhog : bermakna bahwa pamor dan keperawanan sang putri akan segera hilang setelah direngkuh oleh mempelai laki-laki. Setelah bersatu diharapkan segera mendapat momongan seperti telur yang telah pecah.
  • Timbangan : bermakna bahwa kedua mempelai mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan tidak ada bedanya di hadapan orang tua maupun mertua.
  • Kacar-kucur : bermakna bahwa mempelai laki-laki berhak memberikan nafkah lahir batin kepada mempelai putri dan sebaliknya pengantin putri dapat mengatur keuangan dan menjaga keseimbangan rumah tangga.
  • Dulangan : bermakna keserasian dan keharmonisan yang akan diharapkan setelah berumah tangga, dapat saling memberi dan menerima.
  • Sungkeman : bermakna mohon doa restu kepada orangtua dan mertua agar dalam membangun rumah tangga mendapatkan keselamatan, dan terhindar dari bahaya.

MOTIF KAIN BATIK YANG DIPAKAI DALAM SUNGKEMAN

Motif Truntum

Mengandung makna tumbuh dan berkembang. Demikianlah, orang Jawa selalu mendambakan bagi setiap keluarga baru supaya segera mempunyai keturunan yang akan dapat menggantikan generasi sebelumnya. Generasi baru itulah yang akan menjadi tumpuan setiap keluarga baru yang baru menikah untuk meneruskan segala harapan dan cita-cita keluarga sekaligus sebagai generasi penerus secara biologis yang mewarisi sifat-sifat keturunan dari sebuah keluarga baru. Harapan itu selalu muncul saat keluarga baru terbentuk. Ungkapan-ungkapan seperti segera mendapatkan keturunan yang solih dan solihah, berguna bagi keluarga, masyarakat, agama, dan negara sering terdengar saat ada upacara pernikahan. Sebab memang dari keluarga baru itulah diharapkan akan berkembang keluarga-keluarga baru lainnya. Sementara sumber lain mengatakan bahwa motif truntum ini awal mulanya diciptakan oleh kerabat kerajaan Surakarta yang sedang sedih hatinya karena merasa diabaikan oleh raja. Di tengah kesendirian itulah ia melihat di langit di tengah malam banyak bintang gemerlap menemani dirinya dalam kesepian. Insipirasi itulah yang ditangkap dan dituangkan dalam motif batik.

KORELASI ANTARA BATIK DAN UPACARA PERKAWINAN

Batik mempunyai peranan penting bagi masyarakat Jawa tempo dulu bahkan masih berlaku hingga saat ini. Buktinya, dalam upacara-upacara tradisional, motif batik dalam wujud kain jarit sangat berperanan, misalnya dalam acara sungkeman kita memakia batik bermotif truntum (yang artinya telah dijelaskan seperti halnya diatas).

Seringkali dalam upacara pernikahan tradisi Jawa, orang tua pengantin tidak boleh sembarangan memakai jenis motif batik, kecuali motif truntum. Harapannya agar pelaksanaan pernikahan berjalan lancar, orang tua mendapat nama harum sesuai dengan motif truntum yang mengambil konsep bunga tanjung yang wangi baunya.

Jadi korelasi antara batik dalam upacara pernikahan adalah sebagai wujud doa yang harapannya ke depan agar pernikahan ini membawa keberkahan. Karena pernikahan merupakan awal bbak kehidupan yang baru, pernikahan bukannya akhir. Pernikahan adalah awal bersatunya dua keluarga baru, bukan hanya insane, namun juga seluruh aspek keluarga itu harus kita kenali lebih dalam.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.enformasi.com/2009/01/perkawinan-adat-jawa.html-diunduh tanggal29 Desember 2010-

http://www.enformasi.com/2009/02/motif-kain-batik.html-diunduh 29 Desember 2010-

AFLIP

Pesona elok wajah tampan nian
Diantara bingkai-bingkai praja
Semerbak kaktus merekah rona
Tertambat diantara
Dua seberangan zaman
Antara dua pulau beradu
Meratap diam sepoi angin merayu
Tegar, galah penghulu rancu

Senja diatap pandangan
Rayuan bagaskara meluluhkan sang mawar
Merah, merekah
Diantara kuncup yang lain
Merah, membara
Juangnya saat yang lain futur
Hijau, kesejukan dan kecintaan
Menanti ia dengan kesabaran
Hijau, kemenangan dakwah
Zaman diantara egoisme tinggi
Merah dan Hijauku menyatu
Dalam ikatan dakwah

-menantimu Dalam Dekapan Cinta tuk menjadi sosok Sang Inspirator Peradaban, dengan kesabaran dan keikhlasan-

PEMUDA BERPRESTASI DALAM BALUTAN CINTA ROBB-NYA

“(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo’a: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”, (TQS. 18:10).

Sebuah inspirasi dari Al Quranul Karim, bahwasannya dalam kisah askhabul kahfi yang berdoa kepada RabbNya untuk diberikan rahmat serta petunjuk untuk menjalankan urusan-urusan dunia dan akhirat nanti sehingga ika saatnya tiba dapat mempertanggungjawabkannya dengan baik. Dialah pemuda inspirator, dimana dalam setiap rusuk-rusuknya terbakar semangat yang membaja.
<<>>
Di zaman ini pemuda adalah tulang punggung negara. Dipundaknya terdapat beban berat yang tidak semua orang mampu untuk memikulnya. Di setiap sendinya mengalir semangat untuk persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga keutuhan negeri yang penuh cinta ini. Bhineka Tunggal Ika, menjadikan kita untuk senantiasa berfikir dan terus menggali potensi, bahwa walaupun kita berbeda kita tetap satu, satu falsafah (pandangan hidup), yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pemuda adalah titisan sang bagaskara yang menyengatkan bumi. Setiap kehangataanya mampu memberikan keteduhan untuk berfikir yang jernih serta dan belaian cinta untuk negeri. Pemuda memberikan pesona di setiap langkah-langkahnya yang membahana. Bersamanya jiwa-jiwa kami mendapatkan sokongan punggung-punggung yang kokoh nan kuat. Setiap sisi linier ada balutan semangat membaja sang pemuda inspiratr bangsa. Pemuda harapan bangsa-lah yang mampu menjawab tantangan bangsa ke depan. Pemuda generasi terbaik di setiap masa, itu KITA.

Tantangan bangsa ?

Tantangan bangsa ke depan sangatlah kompleks, tidak lagi seputar regional namun juga meluas hingga hubungan dengan negara-negara di sekitar. Kita sebagai pemuda harus siap untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang sangat cepat di era globalisasi ini. Pemuda adalah sosok masa depan, karena nasib bangsa ke depan berada dalam genggaman eratnya. Pemuda sebagia cerminan kemajuan bangsa haruslah bisa menjadi teladan baik itu di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik maupun di bidang-bidang yang lain.

Pemuda harus bisa merangkul semua aspek yang menjadikan bangsa ini lebih berkarakter. Berbicara tentang bangsa yang berkarakter, menurut penulis, bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang cerdas, bermoral, bermartabat, brakhlak mulia, serta memegang teguh agamanya. Karena bagaimanapun agama-lah yang akan membentuk karakteristik dari diri pemuda itu sendiri.

Bagaimanakah caranya ?

Yang pertama, menjadikan pembangunan berkarakter bagi pemuda bangsa sebagai prioritas utama, baik melalui pendidikan formal, pendidikan politik, maupun pendidikan formal yang lain. Menurut Undang-Undang Kepemudaan pasal 3, “Tujuan pembangunan pemuda adalah untuk mewujudkan pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan”. Dari tujuan ini dapat kita lihat dengan keteladanan bahwa pendidikan melalui penanaman nila-nilai moral dan agama, pengembangan jiwa sosial, apresiasi terhadap kebudayaan, tindakan kearifan lokal melalui tindakan-tindakan yang militan, serta hal-hal lain yang sangat memegang peranan penting dalam pembangunan pemuda berkarakter. Karena sekali lagi pembentukan ruh-ruh pemuda yang penuh dengan inspirasi dan motivasi untuk senantiasa memperbaiki kehidupan bangsa merupakan tolak ukurnya.

Kemudian yang kedua adalah dengan mengadakan perubahan serta pendekatan baru dalam program kepemudaan. Dalam hal ini menurut Berger pada tahun 1994 di sebuah bukunya menjelaskan bahwa ada 4 faktor penting dalam konteks perubahan itu, yakni strategi, implementasi/operasi, budaya, serta yang terakhir adalah system imbalan (reward system).

Strategi merupakan perencanaan, dimana ketika kita ingin menggapai sesutau kita harus mempunyai perencanaan yang baik, terkonsep dengan matang, serta struktur perencanaan yang jelas. “I we fail to plan, we plan to fail” maksudnya sebesar apapun cita-cita untuk kemajuan bangsa ini dengan memaksimalkan peran pemuda, namun jika kita tak pandai-pandai untuk merencanakan, mengkonsep dengan matang maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Semua akan tetap berjalan, namun akan ada beberapa disana-sini yang seperti terdapat lubang, sehingga hal ini suatu saat akan menggembosi semangat kita.

Impementasi/operasi, merupakan langkah realistis yang nyata. Setelah kita mampu untuk merencanakan dengan baik kemudian kita mencoba untuk menjalankan apa yang telah kita konsepkan tadi dengan ikhtiar yang maksimal. Sesungguhnya Alloh sangat memperhatikan proses perubahan hambaNya. Mungkin hal ini yang menjad motivasi kita untuk senantiasa menjaga perbuatan kita. Amar ma’ruf nahi mungkar. Berbuatlah yang baik selama nafas ini masih menggantung di tenggoroka kita. Petrhatika setiap proes kita agar proses kita menjadi pemuda yang mampu menjawab tantangan bangsa senantiasa bersih dal Allah ridhi.

Budaya, merupakan bagian setiap adat istiadat yang ada pada suatu negeri. Budaya merupak seni yang terbentuk karena kebiadaan. Oleh karena itu marilah kita menjadikan setiap kebiasaan kita menjadi kebiadaab yang baik, indah, serta santun. Karena budaya pemuda menjadi identitas bagi negerinya.

Yang terakhir adalah sistem imbalan (reward system), dimana setiap prestasi harus diberikan penghargaan agar prestasi itu menjadi semakin kuat, berkembang, dan mampu menjadi motivasi orang-orang di sekitar. Baik itu birokrat, pemerintah, masyarakat, serta komponen-komponen yang menjadikan prestasi ini menjadi inovasi dan motivasi. Imbalan tidak harus berupa nominal yang besar, namun perhatian serta upaya pengembangan terhadap bidang yang mampu berprestasi itu sangat penting.

Oleh karena itu dimanapun posisi kita sekarang berada, marilah kita kembangkan setiap lini yang ada di sekitar kita. Jadilah pemuda berprestasi sebagai harapan bangsa. Karena sesungguhnya janganlah meragu untuk terus bergerak, untuk terus berprestasi.



[ Ferawati.L / K7108039 / FKIP PGSD 2008]

Selasa, 11 Januari 2011

LKTI UKSW

A. Latar Belakang
Pendidikan pada hakekatnya berfungsi mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan Nasional. Sedangkan Pendidikan Nasional dimaksudkan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran dalam rangka menambah keterampilan dan pengalaman sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, cerdas, kreatif, terampil dan memiliki disiplin. Disamping itu juga memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara dan bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi, profesional, berwawasan keunggulan dan kewirausahaan, mampu memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Nasional harus menumbuhkan sikap patriotisme dan memperkuat rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa pahlawan serta berorientasi masa depan.
Untuk dapat mempunyai karakteristik seperti tersebut di atas, maka mahasiswa PGSD perlu memiliki kompetensi di bidang penalaran ilmiah, bersikap kritis, serta memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran mereka secara ilmiah. Berkaitan dengan hal tersebut, maka HMP PGSD menyelenggarakan program kegiatan yang dapat melatih dan meningkatkan kemampuan sikap ilmiah bagi mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi di Pulau Jawa baik negeri maupun swasta.
B. Tujuan
• Tujuan Umum
Mengembangkan gagasan-gagasan yang membangun mahasiswa PGSD dalam dunia pendidikan melalui karya ilmiah.
• Tujuan Khusus
1. Menumbuhkan dan mengembangkan ide, kreasi dan daya pemikiran mahasiswa PGSD dalam mengkritisi perkembangan pendidikan yang terjadi saat ini melalui karya ilmiah.
2. Mengembangkan kemampuan mahasiswa PGSD untuk melakukan komunikasi secara ilmiah dalam dunia pendidikan.
3. Mendorong inspirasi kepada mahasiswa PGSD untuk melakukan inovasi-inovasi di bidang pendidikan yang sangat bermanfaat di masyarakat.
4. Mendorong mahasiswa PGSD agar peka dan kritis terhadap permasalahan isu-isu strategis bidang pendidikan, sehingga mahasiswa dapat berperan aktif melalui pemikiran-pemikiran ilmiah.
C. Tema
“ Perkembangan Pendidikan dalam Berbagai Inovasi”
D. Persyaratan Peserta LKTI
1 Mahasiswa yang terdaftar aktif di program studi PGSD dari salah satu Universitas se-Jawa
2. Peserta LKTI adalah kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 - 4 orang
3. Setiap Universitas dapat mengirimkan lebih dari 1 kelompok
E . Ketentuan Lomba
Persyaratan berkas
1. menyerahkan fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) 2 lembar
2. Setiap peserta wajib mengisi formulir pendaftaran
3. Karya tulis harus merupakan hasil karya asli yang belum pernah dipublikasikan
4. Naskah proposal LKTI dibuat rangkap 4 ( hardfile ) dikirim ke Kantor Pos Salatiga UKSW Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711A Jawa Tengah atau dapat dikirim langsung ke HMP PGSD FKIP UKSW (Gedung E 210) dan Soft copy dikirim melalui e-mail (LKTI_PGSDUKSW@yahoo.co.id)
 Formulirpendaftaran dan pedoman penulisan dapat diperoleh di sekretariatan LKTI-Sejawa FKIP PGSDatau Dapat diperoleh di web www.hmp-pgsd-uksw.blogspot.com
 Formulirpendaftaran dapatdiserahkan kepada panitia sebelum waktu yang telah ditentukan (22 Januari 2011) ke kesekretariatan LKTI PGSD Se-Jawa UKSW atau dapat pula didapatkan dan dikirim viae-mail LKTI_PGSDUKSW@yahoo.co.id
 Karya merupakanhasil karya sendiri (asli), dan belum pernah dipublikasikan dengan surat keterangan yang di tandatangani oleh ketua kelompok
 Setiap peserta lomba akan mendapatkan sertifikat penghargaan
 Naskah proposal LKTI dibuat rangkap 4 ( hardfile )dikirim ke Kantor Pos Salatiga UKSW Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711A Jawa Tengah atau dapat dikirim langsung ke HMP PGSD FKIP UKSW (Gedung E 210) dan Soft copy dikirim melalui e-mail (LKTI_PGSDUKSW@yahoo.co.id)
 Setelah pengumpulan naskah proposal yang dilombakan, naskah proposal tersebut akan diseleksi olehjuri dan dipilih 5 tim finalis
 Pengumuman 5 finalis dapat diakses melalui web www.hmp-pgsd-uksw.blogspot.com pada tanggal 2 Februari 2011
5 finalis terpilih, akan mendapatkan biaya penelitian sebesar 2.000.000,- dan biaya penelitian akan diserahkan pada saat seminar hasil penelitian tanggal 7 April 2011 di UKSW
 5 finalis yang terpilih, akan melaksanakan seminar hasil penelitian pada tanggal 7 April 2011 pada tanggal 7 April 2011
 Apabila dadampingi oleh dosen maka biay ditanggung sendiri termasuk biaya seminar
Keputusandewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

D. Proses Seleksi
Batas akhir Pendaftaran dan Pengumpulan Karya Tulis Ilmiah :22 Januari 2011
Pengumuman 5 finalis terpilih : 2 Februari 2011
Penelitian Karya Tulis : 3 Februari s.d. 30 Maret 2011
Batas akhir pengumpulan Penelitian : 30 Maret 2011
Seminar Hasil PenelitiandanPengumuman pemenang : 7 April 2011
E. Sifat dan Isi Karya
Sifat dan isi karya harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Kritis
Karya bersifat kritis terhadap suatu permasalahan
2. Kreatif dan inovatif
Karya berisi gagasan atau ide kreatif dan inovatif terhadap suatu permasalahan yang sedang digagas.
Solusi yang dikemukakan hendaknya memiliki landasan teori yang jelas dan realistis untuk diaplikasikan.
3. Sistematis
a. Tulisan didukung oleh data atau informasi terpercaya
b. Bersifat asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan
c. Tiap langkah penulisan karya dirancang secara sistematis dan runtut
d. Pada dasarnya hasil karya memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis sintesia
yang menghasilkan solusi masalah, kesimpulan

F. ATURAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH SE-JAWA PGSD
1. Naskah ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah yang berisiide/gagasan bersifat kreatif dan inovatif
2. Naskah ditulis maksimal 30halaman (sudah termasuk hal.judul, daftar isi, pengesahan, abstrak,dan lain lain)
3. Naskah merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan, dengan menyertakan surat keterangan yang ditandatangani oleh ketua kelompok
4. Naskah diketik rapi pada kertas HVS kuarto ( A4 ) dengan jarak 1,5spasi, font size 12,huruf Times New Roman Style, dengan batas pengetikan: samping kiri 4cm,samping kanan 3 cm, batas atas 4 cm dan batas bawah 3 cm.

A. Sistematika penulisan naskah proposal:
Halaman judul
Halaman judul menyajikan: bidang kajian, logo Perguruan Tinggi, judul, namapenulis, nama perguruan tinggi, kota, bulan dan tahun.
Lembar Pengesahan Proposal Penelitian
A. Judul Penelitian


B. Tim Peneliti
1. Ketua
a) Nama lengkap
b) NIM/NPM
c) Progdi/Fakultas
d) Universitas


2. ANggota 1
a) Nama lengkap
b) NIM/NPM
c) Progdi/Fakultas
UNiversitas
Anggota 2
a) Nama lengkap
b) NIM/NPM
c) Progdi/Fakultas
UNiversitas
Anggota 3
a) Nama lengkap
b) NIM/NPM
c) Progdi/Fakultas
UNiversitas
C. Lama Penelitian
D. Biaya yang diperlukan Rp. …….

Kota,…………………………….
Mengetahui,
Ketua HMP/HIMA Ketua Peneliti

Nama Nama
NIM/NPM NIM/NPM


Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Permasalahan
C. Tujuan
D. Manfaat
BAB II Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka merupakan kerangka konseptualberisibatasan/konsep/teoriyangmendukung penulisan yang dapat diperoleh dari jurnal penelitian,buku,atausumber sumberlainnya.


BAB III Metode Penelitian
Metode penulisan menyajikan langkah-langkah/prosedur yang benar yangdigunakandalam penulisan karya ilmiah yang menguraikan secara cermat cara/metodepengumpulan informasi atau data, analisis informasi data,penarikankesimpulan, serta merumuskan saran. Metode penulisan dapat mencakup pendekatanpenulisan, sumber penulisan, sasaran penulisan, tahapan penulisan dan lainlain
Daftar Pustaka
Referensi/sumber acuan yang digunakan dalam proposal

B.Sistematika Laporan Penelitian
Halaman Judul
Halaman judul menyajikan: bidang kajian, logo Perguruan Tinggi, judul, namapenulis, nama perguruan tinggi, kota, bulan dan tahun.
Lembar Pengesahan Proposal Penelitian
A. Judul Penelitian


B. Tim Peneliti
1.Ketua
a) Nama lengkap
b) NIM/NPM
c) Progdi/Fakultas
d) Universitas


ANggota 1
a) Nama lengkap
b) NIM/NPM
c) Progdi/Fakultas
UNiversitas
Anggota 2
a) Nama lengkap
b) NIM/NPM
c) Progdi/Fakultas
UNiversitas
Anggota 3
a) Nama lengkap
b) NIM/NPM
c) Progdi/Fakultas
UNiversitas
1. Lama Penelitian
2. Biaya yang diperlukan Rp. …….


Kota,…………………………….
Mengetahui,
Ketua HMP/HIMA Ketua Peneliti

Nama Nama
NIM/NPM NIM/NPM



Abstrak
Abstrak berisi uraian singkat karya tulis yang meliputi: latar belakang,tujuan, manfaat, metode penulisan, hasil dan saran yang direkomendasikan.
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Permasalahan
C. Tujuan
D. Manfaat
BAB II Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka merupakan kerangka konseptualberisibatasan/konsep/teoriyangmendukung penulisan yang dapat diperoleh dari jurnal penelitian,buku,atausumber sumberlainnya.
BAB III Metode Penelitian
BAB IV Hasil dan Pembahasan
Analisis permasalahan didasarkan pada data atau informasi, serta dikaitkandengan telaah pustaka untuk menghasilkan alternatif pemecahan masalah atau gagasankreatif.
BAB V Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
Referensi/sumber acuan yang digunakan dalam karya tulis ilmiah.
Penulisan daftar pustaka untuk buku, dimulai dengan menulis namapengarang,tahun penerbitan, judul buku,nama penerbit dan tempat terbit.Penulisan daftar pustaka dari jurnal dimulai dari nama penulis,tahun,judulpenulisan,nama jurnal,volume,dan nomor halaman. Penulisan daftar pustaka dari internet ditulis alamat website-nya dan tanggal pengutipan.
Lampiran
Biodata peserta terdiri atas: nama, tempat dan tanggal lahir, NIM,jurusan/prodi/fakultas, perguruan tinggi, Foto kopi Kartu Mahasiswa/KTM yang masih berlaku.
G. Pembimbing
Setiap judul yang diajukan oleh mahasiswa mendapat bimbingan dari seorangdosen pembimbing.
G. HADIAH
Juara I : Trophy + Sertifikat + Rp 1.500.000,00
JuaraII : Trophy + Sertifikat + Rp 1.000.000,00
Juara III : Trophy + Sertifikat + Rp 750.000,00
H. RANGKAIAN ACARA SEMINAR
Seminar 7 April 2011
Seminar Kamis, 7 April 2011
• 07.00 - 08.00 Daftar Ulang
• 08.00 - 08.20 Pembukaan
• 08.20 - 08.50 Sambutan-sambutan
* Sambutan Ketua Panitia
* Sambutan Dekan FKIP
• 08.50 – 09.00 Pengenalan Juri
• 09.00 - 12.00 Presentasi Kelompok 1– 3
• 12.00 - 12.30 Ishoma
• 12.30 - 14.30 Presentasi Kelompok 4 – 5
• 14.30 - 14.50 Penilaian Juri dan pengumuman Juara 1, 2, 3.
• 14.50 - 15.00 Penutupan



LAYANAN INFORMASI
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi sekretariat Panitia Lomba LKTI Se-Jawa HMP PGSD UKSW, dapat juga melalui web www.hmp-pgsd-uksw.blogspot.com
Contact person
085781433824 (Magda),
085640635177 (Yoseph)
Sekretariat
Email :LKTI_PGSDUKSW@yahoo.co.id
Web : www.hmp-pgsd-uksw.blogspot.com



















UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
PANITIA LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DALAM BERBAGAI INOVASI
JL. DIPONEGORO 52 -60 50711 SALATIGA


________________________________________

FORMULIR PENDAFTARAN
PESERTA LKTI

1. Nama / Nim : 1.
2.
3.
4.

2. Asal Universitas :
3. Alamat Universitas :

4. Judul Proposal :
5. Dosen Pembimbing : *)
6. Contact Person :

Mengetahui Ketua Kelompok


( )



Catatan : 1. Beri tanda ( * ) untuk ketua kelompok
2. *) jika ada Dosen pembimbing
3. Info lebih lanjut : Yoseph
Magda
email :






LAMPIRAN DATA DIRI ANGGOTA :

1. KETUA
Nama :
TTL :
Jenis kelamin :
Alamat :
No. Telp :
Email :

2. ANGGOTA I
Nama :
TTL :
Jenis kelamin :
Alamat :

3. ANGGOTA II
Nama :
TTL :
Jenis kelamin :
Alamat :

4. ANGGOTA III
Nama :
TTL :
Jenis kelamin :
Alamat :

Kamis, 06 Januari 2011

blog teman

http://heruedi.blog.uns.ac.id/