Waktu terus bergulir
Meniti langkah dalam genggaman kalbu diantara kesunyian
Nyanyian rindu melambaikan cerita
Akankah hidup hanya pandangan
Ataukah kehausan retorika semata
Karena engkau yang terindah
Diantara bulir-bulir padi pilihan
Diantara sayup-sayup dengungan kuasa Illahi
Diantara semerbak wangian kasturi
Dan jeritan kalam Illahi
Lagkah fajar mulai kembali berputar
Dalam degupan jantung
Dan asa yang kian membentang
Engkau ada bersama nafas
Dan diantar puing-puing keindahan itu ada kau
Yang terindah
Kehidupan adalah anugerahNya
Dan kematian adalah takdir Nya
Aku memilihmu
Aku menantimu
Hingga nafas terakhirku
Aku berharap cinta itu semerbak
Aku berharap perjuangan ini manis
Dan aku limpahkan cinta diatas cintaku
Engkau karunia terindahNya
Engkau adalh yang terindah
::: Mom, I Love so much^^ :::
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
@ Penantian 06072010
Mencerna apa yang dimakan, menyaring menjadikannya nutrisi, nutrisi kehidupan^^v
Bismillah...proses belajar yang terus-menerus, seharusnya menjadikan diri semakin produktif, insya Alloh...
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 Juli 2010
MEMILIHMU KARENA ENGKAU ADALAH YANG TERINDAH
Selasa, 19 Januari 2010
SEPENGGAL KISAH-
Saat ku jalan-jalan ke pasar Kepuh, teringat perjalanan hidup ku dengan ibunda dahulu kala. Saat itu kami masih berjualan "kembang" di pasar Giriwoyo. Kmai mengais rejeki dari orang-orang yang membutuhkan kembang untuk "nyekar" orang yang meninggal. Saat dulu, kami belum mengetahui hukum syariat dalam memandang ziarah/ nyekar, yang kami tahu adalah bagaimana agar "kembang" untuk nyekar dan keperluan lain ini bisa laku.
Bukan bid'ah yang ingin aku bahas disini. Melainkan bagaimana perjuanagn emak dalam menjual "kembang" nya ini. Masih lekat dalam ingatanku, emak "ngrajang" pandan sebagai komposisi utama dalam "kembang" ini. Kami mengenal banyak hal, ada kembang setaman, nyekar,dan macam-macam kembang yang lainnya.
Setiap pagi emak menggendong "senik"-yanga kutahun sekarang bahwa senik ini sangat berat-. Emak pergi ke pasar tiap hbari, tak kenal lelah dan tak kenal putus asa. Kamu harus tahu bahwa harga "kembang" dahulu masih kecil, seratus-seribu rupiah kala tahun 2002nan. Jualan kembang memang sudah trdaisi keluarga kami, dari simbah buyut memang sudah berjualan "kembang", sehingga banyak yang mengenal kami dan memberi sebutan "putune mbah kembang".
Kala itu yang jualan "kembang" memang baru sedikit dan hanya simbah/ ibuku saja yang jualan. Teringan kisah perjuanagn ibuku, saat usaha keras beliau untuk sekolah, dari SD-SMEA yah walaupun tak sampai mendapatklan ijazah SMEA, ibuku patut diacungi 2 jempol. Sangat keras jika di banding dengan perjuanganku sekarang ternyata tidak ada apa-apa nya. Semangat beliau menginspirasiku untuk terus maju dan memotivasiku untuk terus berkarya.
Berlanjut ke cerita, ternyata dari kejadian dulu aku bisa memotivasiku . Aku tak butuh seorang trainer handal untuk memotivasiku, cukup Ibu ada di samping ku dan selalu memberiku semangat itu sudah lebuh dari cukup. Ya Robbbi muliakanlah Ibuku, sediakan rumah di surga untuk beliau, berikan beliau cinta yang luas karena Engkau juga Maha Mengetahui bagaimana "rekoso" nya masa kecil beliau.
Duhai Robbi Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah kami agar senantiasa di jalan MU.
Jadikan ilmu pengetahuan yang kami peroleh ini bermanfaat dan tak menjadi suatu yang sia-sia karena kecerobohan kami.
Ya Robbo, semoga keinginan Ibuku untuk memperoleh mantu yang sholeh dapat Engkau ijabahi. Kuatkan hamba dalam masa penantian ini. Semoga kisah Ibuku bisa menjadi motivator untukku ke depan. Kuatkanlah langhkah-lankah kami yang tertatih-tatih ini Ya Robbi, semoga aku bersemangat untuk terus berkarya baik di ilmu pendidikan ataupu kepenulisan ini.
Ya Alloh mudahkanlah jalan kami untuk menutupi hutang-hutang kami, kuatkanlah kami untuk menanti kehadiran sang kekasih, semoga dalam masa penantian ini aku semakin berkualitas, dan hanya Ridho Mu yang ku inginkan.
Kuatakanalah kami dalam barisan dakwah ini.
Kuatkanlah Ya Robb...
Allohumaghfirli walialidaya warkhamhuma kama robbayani shoghiroh.........
Bukan bid'ah yang ingin aku bahas disini. Melainkan bagaimana perjuanagn emak dalam menjual "kembang" nya ini. Masih lekat dalam ingatanku, emak "ngrajang" pandan sebagai komposisi utama dalam "kembang" ini. Kami mengenal banyak hal, ada kembang setaman, nyekar,dan macam-macam kembang yang lainnya.
Setiap pagi emak menggendong "senik"-yanga kutahun sekarang bahwa senik ini sangat berat-. Emak pergi ke pasar tiap hbari, tak kenal lelah dan tak kenal putus asa. Kamu harus tahu bahwa harga "kembang" dahulu masih kecil, seratus-seribu rupiah kala tahun 2002nan. Jualan kembang memang sudah trdaisi keluarga kami, dari simbah buyut memang sudah berjualan "kembang", sehingga banyak yang mengenal kami dan memberi sebutan "putune mbah kembang".
Kala itu yang jualan "kembang" memang baru sedikit dan hanya simbah/ ibuku saja yang jualan. Teringan kisah perjuanagn ibuku, saat usaha keras beliau untuk sekolah, dari SD-SMEA yah walaupun tak sampai mendapatklan ijazah SMEA, ibuku patut diacungi 2 jempol. Sangat keras jika di banding dengan perjuanganku sekarang ternyata tidak ada apa-apa nya. Semangat beliau menginspirasiku untuk terus maju dan memotivasiku untuk terus berkarya.
Berlanjut ke cerita, ternyata dari kejadian dulu aku bisa memotivasiku . Aku tak butuh seorang trainer handal untuk memotivasiku, cukup Ibu ada di samping ku dan selalu memberiku semangat itu sudah lebuh dari cukup. Ya Robbbi muliakanlah Ibuku, sediakan rumah di surga untuk beliau, berikan beliau cinta yang luas karena Engkau juga Maha Mengetahui bagaimana "rekoso" nya masa kecil beliau.
Duhai Robbi Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah kami agar senantiasa di jalan MU.
Jadikan ilmu pengetahuan yang kami peroleh ini bermanfaat dan tak menjadi suatu yang sia-sia karena kecerobohan kami.
Ya Robbo, semoga keinginan Ibuku untuk memperoleh mantu yang sholeh dapat Engkau ijabahi. Kuatkan hamba dalam masa penantian ini. Semoga kisah Ibuku bisa menjadi motivator untukku ke depan. Kuatkanlah langhkah-lankah kami yang tertatih-tatih ini Ya Robbi, semoga aku bersemangat untuk terus berkarya baik di ilmu pendidikan ataupu kepenulisan ini.
Ya Alloh mudahkanlah jalan kami untuk menutupi hutang-hutang kami, kuatkanlah kami untuk menanti kehadiran sang kekasih, semoga dalam masa penantian ini aku semakin berkualitas, dan hanya Ridho Mu yang ku inginkan.
Kuatakanalah kami dalam barisan dakwah ini.
Kuatkanlah Ya Robb...
Allohumaghfirli walialidaya warkhamhuma kama robbayani shoghiroh.........
Langganan:
Postingan (Atom)