Mencerna apa yang dimakan, menyaring menjadikannya nutrisi, nutrisi kehidupan^^v

Bismillah...proses belajar yang terus-menerus, seharusnya menjadikan diri semakin produktif, insya Alloh...

Minggu, 07 Maret 2010

Penyakit Umat

Suatu hari, Rasullah SAW berkumpul bersama para sahabat. Rasullah berkata,
"Umatku akan tertimpa penyakit umat-umat terdahulu".
Para sahabat bertanya,
"Apakah penyakit itu ya, Rasullah?"
Nabi menjawab,
"Berbuat jahat, menentang kebenaran, berlomba-lomba dan bersaing dalam kekayaan, saling menjauhi dan bersikap dengki, sehingga muncul pembangkangan dan kekacauan".

Hadis riyawat Thabrani ini menunjukkan bahwa dengki -dalam bahasa agama Islam disebut juga hasad – adalah salah atu penyakit klasik dalam hati dan jiwa manusia.Penyakit yang berbahaya ini telah terbukti merusak dan mengacaukan umat-umat sejak awal sejarah manusia.

Dengki kata Muhammad ibn Zakaria al-Razi dalam "Pengobatan Rohani", merupakan sifat buruk yang bersumber dari gabungan antara kekikiran dan keserakahan dalam jiwa. Dengki lebih buruk ketimbang kikir.

Menurut Dr. Musa Subaiti dalam "Akhlak Keluarga Muhammad SAW", dengki adalah jika seseorang merasa sakit atau kesal ketika melihat atau mendengar orang lain memperoleh keberuntungan duniawi dan mendapat kebaikan yang bisa menaikan derajat, menambah
kekayaannya atau memperbesar pengaruhnya. Jadi dengki berarti seseorang membenci orang lain yang mengalami kemajuan.

Biasanya dengki muncul menyerang hati dan jiwa kita karena beberapa pendorong. Garis besarnya antara lain dalam diri kita bersemayam rasa permusuhan dan kebencian. Kita juga kadang lebih menonjolkan perasaan tinggi diri, lebih mulia dan lebih berharga dari orang lain, sehingga kita berbuat dengki.

Kita yakin penyakit bisa bisa dihalau dari hati dan jiwa kita. Caranya? Al-Razi menyarankan agar kita mengkaji dengan cermat perasaan buruk san tercela itu. Dengan begitu kita mengetahui bahwa dengki punya andil besar dalam kebencian.

Imam Ghazali dan Celanya Marah, Dendam dan Dengki memberi jalam keluar, yaitu agar kita mengendapkan perasaan dengki itu dalam hati dan jiwa kita, dan menyadari bahwa penyakit itu membawa malapetaka dan bencana besar pada diri kita di dunia dan akhirat. Artinya seperti disarankan subaiti, kita harus mau berpikir ulang tentang hakikat sesuatu yang menjadi sumber dengki. Dengan demikian kita niscaya akan melepaskan diri kita dari taikan nafsu yang membahayakan dan menghindarkan diri dari bahayanya.

Secara singkat, Nabi Muhammad SAW memberikan resep sederhana. "Tiga sifat tak luput dari setiap diri manusia," kata Nabi, "yaitu banyak sangka, prasangka buruk dan dengki. Akan keuberitahukan kepada kamu jalan keluar ketiganya. Bila timbul sangkaanmu janganlah yakini, bila ada prasangka buruk jangan acuhkan dan bila timbul dengki jangan biarkan.

Kalau perlu kita ingat setiap saat bahwa kebaikan-kebaikan yang pernah kita buat bisa sia-sia dan tidak membawa manfaat bila kita menyimpan dengki dalam hati dan jiwa jiwa. Dalam hadist yang idrawikan Abu Daud an Ibn Majah, Rasullah bersabda,

"Dengki dapat merusak segala kebaikan, sebagaimana api
menghanguskan kayu-kayuan"

Maroji
"Hikmah" Republika

Tidak ada komentar: