Mencerna apa yang dimakan, menyaring menjadikannya nutrisi, nutrisi kehidupan^^v

Bismillah...proses belajar yang terus-menerus, seharusnya menjadikan diri semakin produktif, insya Alloh...

Senin, 03 Mei 2010

Adab Membaca Al Quran

1. Membersihkan mulut dengan bersiwak sebelum membaca Al Qur’an.

2. Membaca Al Qur’an di tempat yang bersih seperti masjid, dsb.

3. Menghadap kiblat.

4. Membaca ta’awudz (A’udzu billahi minas-syaithonirrajiim)
ketika mulai membaca Al Qur’an.

Firman Allah Ta’ala: (Apabila engkau membaca Al Qur’an maka
mohonlah perlindungan Allah dari godaan setan yang terkutuk)

5. Membaca basmalah (Bismillahirrahmaanirrahiim) di permulaan
tiap surat kecuali surat At Taubah.

6. Khusyu’ dan teliti pada setiap ayat yang dibaca.

Firman Allah Ta’ala: (Apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an
ataukah hati mereka terkunci)
( Surat Muhammad: ayat 24 )

Firman Allah Ta’ala: (Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan keberkahan supaya mereka memerhatikan
ayat-ayatnya ….)
( Surat Shaad: ayat 29 )

7. Memperindah, melagukan dan memerdukan suara dalam membaca Al Qur’an.

Firman Allah Ta’ala: (…..dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan)
( Surat Al Muzzammil: ayat 4 )

Dari Abu Hurairah ra. berkata; Rasulullah saw. bersabda,”Bukan
dari golongan kita orang-orang yang tidak memperindah suaranya
ketika membaca Al Qur’an.”
( Riwayat Bukhari )

Dari Abu Hurairah ra. juga, bahawa beliau berkata; Aku mendengar
Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak mengizinkan sesuatu seperti
yang Dia izinkan kepada seorang nabi yang bagus suaranya, di mana
beliau melagukan Al Qur’an dengan keras.”
( Riwayat Bukhari & Muslim )

8. Pelan dan tidak tergesa-gesa dalam membaca Al Qur’an.

Dari Abi Wail dari Abdullah berkata: Pada waktu pagi kami pergi
kepada Abdullah, dia berkata; Seseorang telah berkata: “Aku telah
membaca satu mufasshal (seperempat Al Qur’an) tadi malam”, Abdullah
berkata: “Secepat itukah seperti orang membaca syair?, sesungguhnya
aku mendengar bacaan dan aku menghafal beberapa pasang ayat yang
dibaca Rasulullah saw. yaitu sebanyak delapan belas dari mufasshal
dan ada dua dari Alif Laam Haa Miim.”
( Riwayat Bukhari )

9. Memperhatikan bacaan (yang panjang dipanjangkan dan yang pendek
dipendekkan).

Dari Qatadah ra. berkata; Aku bertanya kepada Anas bin Malik ra.
tentang bacaan Rasulullah saw. Anas menjawab: Beliau memanjangkan
yang panjang (Mad).”
Pada riwayat lain: Anas membaca ‘Bismillaahirrahmaanirrahiim’ dia
memanjangkan ‘Bismillaah’, dan memanjangkan ‘ar-rahmaan’ dan
memanjangkan ‘ar-rahiim’ Dari Ummu Salamah ra. bahwa dia
menggambarkan bacaan Rasulullah saw. seperti membaca sambil
menafsirkan; satu huruf, satu huruf.
(Riwayat Abu Daud, Tirmizi, Nasai’e. Tirmizi berkata: hadits ini hasan
sahih)

10. Berhenti untuk berdoa ketika membaca ayat rahmat dan ayat azab.

Dari Huzaifah ra. ia berkata; Pada suatu malam aku shalat bersama
Nabi Muhammad saw., beliau membaca surat Al Baqarah kemudian
An Nisaa’ kemudian Ali ‘Imran. Beliau membaca perlahan-lahan,
apabila sampai pada ayat tasbih beliau bertasbih, dan apabila
sampai pada ayat permohonan beliau memohon, dan apabila sampai
pada ayat ta’awudz (mohon perlindungan) beliau mohon perlindungan.
( Riwayat Muslim )

11. Menangis, sedih dan terharu ketika membaca Al Qur’an.

Allah berfirman: (Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan
kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air
mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui
(dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata, “Ya Tuhan kami,
kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang
menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad saw.)
( surah Al Maidah – ayat 83 )

Allah Ta’ala berfirman:(Katakanlah, “Berimanlah kamu kepadanya atau
tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang
yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan
kepada mereka, mereka menyungkur sambil bersujud),

(dan mereka berkata: “Maha suci Tuhan kami;sesungguhnya janji
Tuhan kami pasti dipenuhi”)

(Dan mereka menyungkur sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk)

( Surat Al Israa’: ayat 107 – 109 )

12. Sujud tilawah, bila bertemu ayat sajdah.

Disahkan dari Umar ra. bahawa ia membaca surat An Nahl di atas
mimbar pada hari Jum’at sampai ketika membaca ayat sujud beliau
turun dan sujud, begitu juga orang-orang yang lain ikut sujud
bersama beliau. Dan ketika datang Jum’at berikutnya ia membaca
surat tersebut dan ketika sampai pada ayat sujud ia berkata,
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kita melalui ayat sujud
barangsiapa yang sujud, maka ia telah mendapat pahala, dan
barangsiapa yang tidak sujud, maka tiada dosa baginya.” dan
Umar ra. tidak sujud.
( Riwayat Bukhari )

13. Suara tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan.

Allah berfirman: (….dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam
shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah
di antara keduanya)
( surah Al Isra’ – ayat 110 )

Dari ‘Uqbah bin Amir ra. berakata: Aku mendengar Rasulullah saw.
bersabda, “Orang yang membaca Al Qur’an dengan suara keras seperti
orang yang bersedekah secara terang-terangan dan orang yang membaca
Al Qur’an secara perlahan seperti orang yang bersedekah secara
sembunyi-sembunyi.
( Riawayat Abu Daud dan Tirmizi dan An Nasa’i )
( Tirmizi berkata: Hadis ini hasan )

14. Menghindari tawa, canda dan bicara saat membaca.

Allah berfirman: (Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka
dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu
mendapat rahmat)
( Surah Al A’raaf – ayat 204 )

15. Apabila Al Qur’an sudah dibacakan dengan bacaan (qiraat) tertentu,
maka etisnya supaya megikuti bacaan tersebut selama masih dalam
satu majlis.

16. Memperbanyak membaca Al Qur’an dan mengkhatamkannya (menamatkannya)

Dari Abdullah bin ‘Amr berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah
Al Qur’an dalam waktu satu bulan”, Aku menjawab, “Saya mampu,”
Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah ia dalam waktu sepuluh hari”,
Aku menjawab, “Saya mampu.” Rasulullah saw. bersabda lagi,
“Bacalah ia dalam waktu tujuh hari dan jangan lebih dari itu.”
( Riwayat Bukhari dan Muslim )

Tidak ada komentar: