Mencerna apa yang dimakan, menyaring menjadikannya nutrisi, nutrisi kehidupan^^v

Bismillah...proses belajar yang terus-menerus, seharusnya menjadikan diri semakin produktif, insya Alloh...

Sabtu, 15 Mei 2010

Urgensi Dakwah Pelajar

Renungan Bagi Pemuda Islam Berstatus ADS

A. Prolog : Profil Pelajar Indonesia Era Milenyium1

Pelajar era reformasi hobinya pacaran. Dari pagi hari sampai malam nanti. Di rumah, di sekolah, di jalan, di warung, di bioskop, di pantai, di gunung, semua serba pacaran. Kalau sering pacaran lupa sudah sama iman. Hidup serasa hanya di dunia milik mereka berdua. Tiada ingat bahwa di akhirat akan ditanya sama Sang Pencipta, tentang aktivitasnya selama di dunia. Walhasil, aborsi pun merajalela. Setiap hari ada saja praktek pembunuhan bayi, hasil hubungannya dengan pemuda tak tahu diri. Maunya hanya enak, tapi tak mau anak. Hobi ini tidak hanya monopoli pelajar kota, tetapi juga di desa-desa yang jauh dari pusat informasi. Tak peduli anak petani atau Pak Kyai, semua sudah tak terkendali

Pelajar Indonesia generasi sekarang hobinya nongkrong baik sendiri maupun rame-rame, baik nongkrong di-mulut gang, di-jalan, di-warung, di-mall, di-tempat penyewaan play station, ataupun di-tempat game. Jarang yang betah di rumah dan punya hobi membaca dan menekuni hobi edukatif lainnya. Gaya hidupnya santai, dan lebih permisif dalam berbagai hal. Banyak yang mengkonsumsi minuman keras dan narkoba sebagai gaya hidup, dan bangga sebagai pelajar sok modern. Bangga kalau bergaya kebaratan sehingga banyak yang mengecat rambutnya warna-warni, hijau, biru, orange, pirang, dan ada yang dibotakin sebagian. Banyak juga yang bergaya punk, rambut gimbal (gak mau keramas), celana jeans sobek-sobek dan belang-belang seperti tidak pernah dicuci. Sebagian pelajar banyak yang ikut geng, dan tidak semua geng ini baik, banyak juga geng yang terlibat tawuran sehingga bikin jalanan macet, menakuti masyarakat yang lewat, dan merepotkan aparat kepolisian.

Saat ini pelajar Indonesia adalah generasi yang lagi bingung karena tidak ada panutan. Bapak dan ibu golongan menengah ke atas terlalu sibuk, mulai dari bisnis, fitnes, sampai arisan. Banyak pula yang egois dan hanya mementingkan diri sendiri, terlalu sibuk, sehingga anak-anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang.

Bapak dan ibu golongan menengah ke bawah sangat miskin, sehingga untuk makan saja susah apalagi untuk memperhatikan nasib anaknya di sekolah, sehingga pelajar golongan ini banyak yang menjadi anak jalanan, dari pengamen sampai tukang todong, yang mau bantu orang tua bertani eh sawahnya udah dijual. Di luar rumah tidak ada lagi ketentraman, kejahatan merajalela, di-mana-mana ada tawuran, keamanan semakin terancam.

Tokoh-tokoh dalam film TV, yang disiarkan hanya kekerasan, sadisme, dan pornografi. Mulai dari film silat Cina yang penuh kekerasan dan brutalisme, penuh dendam, minuman keras, mabuk-mabukan, dan perjudian. Tidak jauh beda dengan film India yang main pukul-pukulanan dan tembak-tembakanan, serta goyangan yang terlalu erotis dan merangsang. Sinetron isinya hanya selingkuh, perkelahian bersenjata yang jauh dari kenyataan se-hari-hari. Tidak ada film panutan yang penuh nuansa kekeluargaan, persaudaraan, kasih sayang, rumah tangga yang harmonis dan sakinah. Pelajar setiap hari diajari untuk berkelakuan sadis dan brutal, penuh amarah balas dendam. Tidak ketinggalan film horor setan yang sangat tidak baik untuk perkembangan jiwa, karena manusia seharusnya hanya tidakut kepada Allah SWT dan menjauhi pengaruh iblis dan keturunannya.

Di luar banyak VCD porno dan majalah seks yang didapat dengan mudah dan murah, sehingga sekarang banyak sekali kejahatan pemerkosaan yang dilakukan pelajar, bahkan yang masih duduk di bangku SD sekalipun. Pelajar yang sudah dipengaruhi narkoba dan miras menjadi beringas, hobinya tawuran, sifatnya sadis, sehingga membahayakan keselamatan pelajar lain yang baik. Minuman beralkohol bebas dijual, dari super market yang besar sampai warung kecil, dari kota sampai ke-desa terpencil.

Saking bingungnya, pelajar Indonesia kini hanya menggantungkan masa depannya kepada sesama temannya, sehingga sangat berbahaya sekali kalau mendapat teman yang rusak mentalnya. Sudah pasti masa depan pelajar Indonesia ini sangat rawan. Apalagi sekarang Mafia Internasional sudah masuk Indonesia dan menjadikan pelajar sebagai konsumen, bahkan kaki tangan mereka, dalam pemakaian dan pengedaran narkoba.

Operasi mereka sedemikian rapi sampai ke-desa terpencil. Anak yang masih lugu ini dibujuk untuk mencoba narkoba dan miras, dari pil koplo sampai bubuk setan. Oleh karena mereka tidak punya uang lagi, kalau hutangnya sudah banyak mereka dipaksa menjadi pengedar, kalau tidak mau menjadi pengedar, mereka diancam dibunuh apabila tidak membayar hutang mereka. Mereka yang tidak mau jadi pengedar, banyak yang menjadi pencuri, pencopet, pembegal, perampok dan pembunuh hanya untuk beli narkoba dan miras, sebagian pelajar putri bahkan "terpaksa" melacurkan diri. Sekarang terlihat pelaku tindak kriminal dan pelacuran pelajar semakin meningkat.

Kasihan sekali nasib Pelajar Indonesia, tidak ada yang bisa membantu. Beberapa tahun mendatang, kalau generasi penerus sudah hancur (idiot, gila, stress, bunuh diri, menjadi penjahat dan dipenjara, habis karena banyak yang mati overdosis, atau tewas karena naik motor ugal-ugalan), maka Indonesia "negeri zamrud khatulistiwa" dengan mudahnya dijajah oleh kekuatan asing jahat.

Perjuangan Diponegoro, Antasari, Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Bung Tomo, Bung Hatta, Sri Sultan, dan pahlawan-pahlawan Islam lainnya yang gagah berani, sangat memperhatikan nasib rakyat, dan benci pola kehidupan barat sang penjajah menjadi tidak berarti. Orang-orang kafir kembali lagi ke Indonesia, mengeruk harta kekayaan kita dari Arun di Aceh sampai Freeport di Papua, sambil menyebarkan ajaran moral bejat, anti syariat, penuh aksi maksiat, yang terlaknat di dunia dan akhirat, sampai-sampai kiamat seperti sudah dekat.

Tiada lagi harapan umat. Tiada lagi penerus generasi. Tiada lagi ketentraman. Tiada lagi kebahagiaan. Semua bagaikan neraka yang hadir di dunia. Umat manusia tinggal menuju kepada jurang kehancurannya. Mungkin saja azab Allah SWT akan kembali datang, seperti bencana banjir besar laksana azab yang menimpa umat Nabi Nuh, atau hujan api laksana azab umat Nabi Luth, atau azab lain yang tidak kalah mengerikannya, seperti penyakit AIDS yang belum ketemu obatnya, sampai lapisan ozon yang sudah bolong di mana-mana. Semua karena ulah manusia.

Wahai kaum muslimin!!! Di mana kalian? Akankah kalian biarkan musnahnya sebuah peradaban? Akankah kalian biarkan kemaksiatan merajalela. Bukankah Allah SWT telah memberi peringatan : .........

B. Dakwah Pelajar, secercah harapan umat

Kondisi rusak-rusakan tersebut mirip dengan masa saat Rasululah hidup di masyarakat jahiliyah Makkah. Sebagai seorang manusia yang mulia, yang semua tingkah lakunya dibimbing wahyu, Rasulullah Muhammad SAW menyebarkan risalah Islam sebagai "obat" bagi berbagai penyakit masyarakat. Kemusyrikan dan kemaksiatan beliau berantas sampai tuntas-tas-tas.

Usaha perbaikan dan perubahan masyarakat tersebut sangat terkait dengan peranan pemuda. Sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah pemuda adalah pengibar panji-panjinya.2 Sejarah mencatat, bagian terbesar dari kelompok pertama yang menerima ajaran Rasulullah SAW terdiri dari para pemuda. Kader-kader mukmin yang digembleng oleh Rasulullah SAW di Darul Arqom adalah pemuda. Diantara mereka, yang paling tua adalah Abu Bakar Ra, yang usianya tiga tahun lebih muda dari Rasulullah. Dari sudut ini dapat dilihat betapa kehadiran pemuda sebagai penggerak perubahan di dalam masyarakat merupakan hal yang sangat mendasar dalam Islam. Hal ini tidak hanya sekedar tuntutan yang semata-mata bersifat sosiologis. Lebih dari pada itu, hal ini memiliki landasan ideologis yang sangat kuat.3

Tidak hanya sekedar memiliki peran untuk memobilisasikan kesadaran umat saja. Pemuda juga dianggap memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk menghadapi krisis yang melanda masyarakatnya. Ia berfungsi sebagai unsur perubah masyarakat (Anasirut Taghyir), pembaharu umat (Tajdidul Ummat), dan faktor penting dalam usaha perbaikan ummat (Islahul Ummat).

Melihat kondisi ini, dakwah di kalangan pemuda terpelajar adalah suatu hal yang amat sangat maha penting sekali. Mengabaikan dakwah di sektor ini bagaikan seorang kelaparan yang mengabaikan pohon padi hijau di lahan sawah yang subur. Tahukah kita bahwa 20-30 tahun ke depan, nasib umat ini tidak lagi ditentukan oleh tokoh-tokoh yang sekarang mengatur percaturan politik negeri ini. Pada saat itu, sangat mungkin mereka telah loyo ataupun ditarik dari peredaran. Saat itu adalah masa bagi tokoh-tokoh muda, yang saat ini barangkali masih menjadi pelajar sekolah. Tiada lagi pilihan bagi kita selain "ayo dakwah!".

C. ATHG

Alhamdulillah, sudah muncul aktivis-aktivis muda yang full concern terhadap umat termasuk generasi mudanya. Di saat kerusakan semakin merajalela, bukan berarti semua sudah rusak. Masih ada beberapa gelintir yang mencoba tetap bersih diantara kotornya kehidupan. Aktivis-aktivis muda ini tanpa malu-malu bergerak di kota besar atau kecil, kampung-kampung, kampus-kampus, dan sekolah-sekolah. Mereka mendakwahkan Islam dan syariatnya kepada umat, agar umat bersedia kembali kepada ajaranNya. Perbaikan-perbaikan mereka lakukan, baik perbaikan pemikiran, akhlak, ataupun tingkah laku.

Tentu saja aktivitas mereka tidaklah selalu mulus bak mobil yang melaju di jalan tol. Tidak jarang mereka harus menghadapi sikap curiga sebagian masyarakat. Pendakwah syariat dikira pembawa aliran sesat. Saat busana pelajar putri kita semakin turun ke bawah (atasnya) dan semakin naik ke atas (bawahannya), aktivis kita mengajarkan dan memberi contoh busana muslimah yang anggun dan menyejukkan mata. Sayang, tidak jarang mereka dikatidakan "ninja, melanggar tatib, tidak rapi, diancam ijazahnya tidak sah, susah cari kerja, bahkan susah dapat jodoh, dan berbagai komentar asal njeplak lainnya". Saat muncul gairah untuk berIslam kaffah, termasuk tidak mau khalwat, ikhtilat, atau kegiatan maksiat lainnya, eh malah dikatain radikal, sok tahu, garis keras, dan predikat-predikat lain yang menghina.

Tidak cukup sampai di situ, iklim kehidupan sekolah tidaklah selalu kondusif bagi perkembangan Islam. Pelajar kita setiap hari disuguhi materi pelajaran yang disusun berdasar kurikulum ala Barat. Dalam pelajaran ilmu sosial pelajar kita lebih tahu pahlawan nonI seperti Gadjah Mada sang penyembah berhala, si bengis Napoleon Bonaparte, negarawan macam Franklin Delano Roosevelt atau Winston Churchil, sampai Yahudi Dunama pengkhianat Mustofa Kemal Pasya laknatullah’alaihi. Akan tetapi, tahukah pelajar kita saat ini, siapakah Usamah bin Zaid, pemuda 18 tahun yang dengan gagah berani, perkasa, dan tangguh memimpin pasukan Islam melawan orang-orang kafir? Tahukah pelajar kita siapa Shalahuddin Al Ayyubi, pemimpim kaum muslimin dalam perang Salib, yang membebaskan umat dari serangan gerombolan jahat kafir Eropa? Tahukah pelajar kita siapa Muhammad Al Fatih, pemimpin kaum muslimin yang pasukannya dengan perkasa membebaskan Romawi Timur dan ibu kotanya Konstantinopel (sekarang Istambul)? Tahukah pelajar kita siapa Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin negara Islam yang pada masanya tidak ada orang yang miskin walau hanya seorang pun? Pelajar kita hafal apa itu Magna Charta, Four Freedom, sampai Universal Declaration Of Human Right. Namun tahukah pelajar kita apa itu Piagam Madinah, sebuah piagam kemanusiaan yang disahkan Rasulullah SAW. Tahukah pelajar kita dengan perjanjian Amirul Mukminin Umar bin Khatab saat membebaskan Al Quds di Palestina yang saat ini dikangkangi Zionis Israel?

Dalam pelajaran ekonomi pelajar kita tahu apa itu koperasi, firma, PT, sampai asuransi. Namun tahukah pelajar kita dengan inan, abdan, mudlarabah, wujuh, dan mufawadlah. Pelajar kita pun paham apa itu pajak beserta macam-macamya, juga bea cukai, saham, dan bursa valas. Namun tahukah pelajar kita apa itu harta rikaz, apa itu kharaj, apa itu jizyah, ataupun ghanimah.

Pelajar kita disuruh untuk percaya dengan teori evolusi karya Charles Darwin. Tahukah pelajar kita bahwa teori itu adalah teori atheis ? Tahukah pelajar kita bahwa meyakini teori evolusi sama saja dengan murtad dari agama Islam? Hal ini karena teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi materialisme, dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menuliskan The Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori evolusi dengan "Inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan kami". Karl Marx dengan jelas menyatakan bahwa teori Darwin memberikan dasar yang kokoh bagi materialisme, dan tentu saja bagi komunisme. Ia juga menunjukkan simpatinya kepada Darwin dengan mempersembahkan buku Das Kapital, yang dianggap sebagai karya terbesarnya, kepada Darwin. Dalam bukunya yang berbahasa Jerman, ia menulis: "Dari seorang pengagum setia kepada Charles Darwin.." 4

Bertahun-tahun kita belajar Bahasa Inggris, sampai-sampai ada yang bela-belain les atau kursus dengan biaya tinggi. Hafal sudah kita dengan to be, gerund, tenses, etc. Namun tahukah anda apa itu isim, apa itu fi’il. Apa yang dimaksud dengan isim muanntats, isim mudzakkar. Apa itu fi’il madhi, mudahri’, dan amr. Tahukah anda bahwa bahasa Arab adalah bahasa internasional umat Islam. Tahukah anda bahwa dahulu orang-orang Eropa sangat bodoh dan terbelakang, dan mereka maju setelah belajar dari umat Islam. Mereka pelajari bahasa Arab karena bahasa Arab adalah gerbang ilmu pengetahuan.

Pelajar Islam yang mulia. Kita semua rela bertahun-tahun duduk manis setiap hari, dari jam 07.00 pagi sampai ½ 02.00 siang (6 ½ jam perhari, 39 jam per minggu, 156 jam perbulan, dan 1716 jam per tahun ), mendengarkan pelajaran-pelajaran yang tidak semuanya Islam. Dan masih bertahun-tahun lagi kita akan berbuat demikian. Berapa banyak biaya yang kita keluarkan, mulai dari bayar SPP, sumbangan, beli buku, beli seragam, ikut bimbel, sampai biaya ngebis atau beli bensin? Pernahkah anda menghitung kalau jutaan bahkan puluhan juta rupiah uang orang tua kita telah dikeluarkan untuk biaya sekolah kita?

Sekarang, pernahkah kita menghitung, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk belajar mengkaji Islam secara intensif, secara terstruktur, seperti halnya pelajaran sekolah? Adakah 39 jam per minggu? Adakah separuhnya? Adakah seperempatnya? Atau jangan-jangan kita tidak pernah mengkaji Islam secara sistematis? Kita hanya ikut pengajian model selapanan, atau pengajian mingguan yang tiap pertemuan gonta-ganti tema, materi disampaikan sepotong-sepotong, bahkan setengah potong. Minggu ini bicara ihsan, besoknya akhlak, besoknya lagi thoharoh. Kapan kita akan dapat memahami Islam dan melaksanakan syariatnya? Pengajian model demikian tidak ubahnya bak materi pelajaran yang disampaikan tidak urut, dan loncat-loncat, tidak jelas faktanya. Misalnya, minggu ini membahas rumus jika f(x) = tan x, maka f’(x) = sec2 x,

kemudian minggu depannya membahas jika f(x) = x, maka f’(x) = 1,

minggu depannya lagi membahas soal : tentukan rumus f o f, f o g, f-1, jika f(x) =2x-3, g(x) = 3x+4

Pertanyaannya adalah, apakah kita menjadi paham dengan metode belajar yang demikian? Boro-boro jadi paham, bingung pasti itu.

D. Epilog

Berdakwahlah saudaraku. Penuhilah proses-prosesnya agar dakwah berlangsung optimal. Jalani proses tabligh (dakwah secara umum) sebagai alat propaganda, dakwah fardiyah (pendekatan personal) sebagai media perekrutan kader, takwiniyah (pembentukan) kader, dan tanfzhiyah (pelaksanaan) sebagai ajang amal.4 Dakwah bukanlah aktivitas asal jalan. Ia ada fikroh dan manhajnya.

Mari bersama tingkatkan kualitas diri sebelum terjun ke medan dakwah yang penuh tantangan dan hambatan. Berdakwah adalah suatu jalan yang panjang. Suatu jalan yang penuh dengan aral nan melintang. Usia kita belum tentu cukup dalam menuju goal setting dakwah Islam. Teruslah berjuang! Luruskan niatmu tetapkan langkahmu! Kuatkan hati raih ridho ilahi! Sucikan jiwa dan mari berjuang bersama-sama!5 Tegakkan Islam dalam hatimu! Jangan pernah bimbang dan ragu!

Kalau masih kurang, lakukan hal berikut ini ! Setiap hari, usai bangun pagi, saat hawa masih dingin sekali, tegakkan badan, berdiri gagah, tangan mengepal ke atas meninju udara, dan nyanyikan nasyid ini keras-keras !

TEKAD6

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri

Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi

Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati

Jasad ini .... darah ini sepenuh ridho di hati

Kami adalah panah-panah terbujur

Yang siap dilepaskan dari busur

Tuju sasaran siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus

Yang siap terayun menebas musuh

Tiada peduli siapapun pemegangnya

Asalkan ikhlas di hati ‘tuk hanya ridho ilahi Robbi....

Kami adalah tombak-tombak berjajar

Yang siap dilontarkan dan menghujam

Menembus dada lantidakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru

Yang siap ditembakkan dan melaju

Dan mengoyak menumbang kezhaliman

Asalkan ikhlas di hati ‘tuk jumpa wajah Ilahi Robbi.....

Kami adalah mata pena yang tajam

Yang siap menuliskan kebenaran

Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang selalu tajam

Bak kesabaran yang tidak pernah padam

‘tuk arungi dakwah ini jalan panjang

Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Ilahi Robbi....

(Ini Mars ADK kalau lagi aksi)

Ket. : ADS = Aktivis Dakwah Sekolah

1 Diambil dari http://www.remaja.net/profile/rmjinds.htm, dengan berbagai perubahan dan tambahan di sana-sini

2 Pernyataan Hasan Al-Banna, Risalah Pergerakan 1, via Andi Rakhmat dan Muhammad Najib, Gerakan Perlawanan dari Masjid Kampus, Purimedia, (2001)

3 Mustofa As-Siba’I, As-Sirah Nabawiyah, hal 82 via Dr. Abdullah Nasih Ulwan (1994) via ibid

4 Harun Yahya, Keruntuhan Teori Evolusi, http://www.harunyahya.com/indo/buku/keruntuhan001.htm

4 Ummu Yasmin, Materi Tarbiyah – Panduan Kurikulum bagi Da’I dan Murabbi, Media Insani Press, 2003

5 Izzatul Islam, Persembahan Kami, PT. Nada Cipta Raya, 2003

6 Izzatul Islam, Berderap di Jalan yang Panjang, PT. Nada Cipta Raya, 2000



Tulisan ini disusun oleh Farid Ma’ruf, e-mail : farid_maruf@myquran.com

Catatan:

Azab umat Luth : QS Hud ayat 82

Makalah ini saya sampaikan pada pembekalan pengurus Rohis SMU N 1 Bantul, Oktober 2003. Jadi pada semangat lho..

Emailku yang sekarang adalah : faridmsn@yahoo.com. Jadi, yang Myquran sudah jarang dipake.

Tidak ada komentar: